Defisit Perdagangan AS Meledak ke Rekor Tertinggi Rp2.290 Triliun per Maret 2025

Selasa, 06 Mei 2025 - 21:57 WIB
Tarif besar-besaran Presiden Donald Trump, termasuk menaikkan bea masuk untuk produk China menjadi 145% yang mengejutkan semua pihak. Kebijakan tersebut memicu pergerakan bisnis yang mempercepat impor barang dagangan untuk menghindari lonjakan biaya yang lebih tinggi.

Sementara itu tarif reciprocal (timbal balik) untuk sebagian besar mitra dagang Amerika Serikat ditangguhkan selama 90 hari. Namun bea masuk atas barang-barang China mulai berlaku pada awal April, untuk semakin memicu perang dagang dengan Beijing.

Impor melonjak 4,4% ke level tertinggi sepanjang masa USD419,0 miliar pada bulan Maret. Impor barang melonjak 5,4% hingga menyentuh rekor USD346,8 miliar.

Sedangkan Ekspor meningkat 0,2% menjadi USD278,5 miliar, juga menjadi level terbaiknya. Ekspor barang bertambah 0,7% menjadi USD183,2 miliar. Baca Juga: Utang AS di Kuartal II 2025 Diprediksi Bakal Nambah Rp8.590 Triliun

Pada pekan lalu, pemerintah melaporkan bahwa defisit perdagangan memangkas rekor 4,83 poin persentase dari PDB kuartal lalu. Ekonomi berkontraksi pada tingkat tahunan 0,3%, untuk menjadi penurunan pertama sejak kuartal I 2022.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!