AS dan China Sepakat Hentikan Gencatan Perang Dagang selama 90 Hari
Senin, 12 Mei 2025 - 17:08 WIB
Dia menegaskan komitmen kedua negara untuk melanjutkan dialog ekonomi. Pembicaraan juga membahas rencana pembelian komoditas AS oleh China, meski detailnya belum final.
Pengumuman ini langsung memicu kenaikan pasar. indeks saham Asia dan Eropa menguat, S&P 500 futures melonjak 3%, dan yuan terapresiasi 0,5% terhadap dolar. Kedua pihak sepakat membentuk mekanisme lanjutan untuk membahas hubungan dagang, meski AS masih menuntut penyeimbangan defisit perdagangan yang mencapai USD382 miliar pada 2024.
China, melalui kantor berita Xinhua, menegaskan komitmennya pada hubungan stabil dengan AS, tetapi menolak tekanan unilateral. "Cara tepat berurusan dengan China adalah melalui dialog setara," bunyi buku putih kebijakan Beijing.
Baca Juga: Inilah 9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India
Kesepakatan ini mengulangi pola 2018, ketika gencatan senjata dagang berujung pada kegagalan China memenuhi target pembelian dalam kesepakatan "Fase Satu" 2020. Analis memperingatkan, 90 hari ke depan adalah ujian apakah kedua negara benar-benar bisa mencapai konsensus teta atau kembali ke perang tarif.
Pengumuman ini langsung memicu kenaikan pasar. indeks saham Asia dan Eropa menguat, S&P 500 futures melonjak 3%, dan yuan terapresiasi 0,5% terhadap dolar. Kedua pihak sepakat membentuk mekanisme lanjutan untuk membahas hubungan dagang, meski AS masih menuntut penyeimbangan defisit perdagangan yang mencapai USD382 miliar pada 2024.
China, melalui kantor berita Xinhua, menegaskan komitmennya pada hubungan stabil dengan AS, tetapi menolak tekanan unilateral. "Cara tepat berurusan dengan China adalah melalui dialog setara," bunyi buku putih kebijakan Beijing.
Baca Juga: Inilah 9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India
Kesepakatan ini mengulangi pola 2018, ketika gencatan senjata dagang berujung pada kegagalan China memenuhi target pembelian dalam kesepakatan "Fase Satu" 2020. Analis memperingatkan, 90 hari ke depan adalah ujian apakah kedua negara benar-benar bisa mencapai konsensus teta atau kembali ke perang tarif.
(nng)
Lihat Juga :