Ekonomi Sulit, 73.992 Pekerja Tersapu Badai PHK Hanya dalam 3 Bulan
Rabu, 14 Mei 2025 - 20:17 WIB
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti badai PHK yang masih terus berlanjut. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang masih terus berlanjut sejak 2025 hingga kuartal I-2025. Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan, sebanyak 257.471 peserta kehilangan pekerjaan sepanjang 2024 dan pada periode Januari hingga 10 Maret 2025 sebanyak 73.992 peserta mengalami hal serupa.
Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengatakan hasil survei internal Apindo mengidentifikasi lima penyebab utama PHK, yaitu penurunan permintaan (69,4%), kenaikan biaya produksi 43,3%, perubahan regulasi upah minimum 33,2%, tekanan dari barang impor 21,4%, dan adopsi teknologi 20,9%.
"Di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi serta tantangan domestik yang kompleks, Apindo menegaskan pentingnya konsistensi arah kebijakan dan percepatan reformasi struktural untuk menjaga daya saing, ketahanan industri, dan keberlanjutan pertumbuhan," ujar dia di Jakarta dikutip Selasa (13/5).
Baca Juga: Daya Beli Rakyat Makin Tergerus, Ekonomi RI Diprediksi Cuma 4,7% di 2025
Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengatakan hasil survei internal Apindo mengidentifikasi lima penyebab utama PHK, yaitu penurunan permintaan (69,4%), kenaikan biaya produksi 43,3%, perubahan regulasi upah minimum 33,2%, tekanan dari barang impor 21,4%, dan adopsi teknologi 20,9%.
"Di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi serta tantangan domestik yang kompleks, Apindo menegaskan pentingnya konsistensi arah kebijakan dan percepatan reformasi struktural untuk menjaga daya saing, ketahanan industri, dan keberlanjutan pertumbuhan," ujar dia di Jakarta dikutip Selasa (13/5).
Baca Juga: Daya Beli Rakyat Makin Tergerus, Ekonomi RI Diprediksi Cuma 4,7% di 2025
Lihat Juga :