Asabri Berikan Santunan dan Beasiswa bagi Keluarga Korban Ledakan di Garut
Kamis, 15 Mei 2025 - 17:56 WIB
Selain kantor pusat, kantor cabang Asabri di berbagai wilayah turut mempercepat proses layanan kepada ahli waris serta mendampingi dalam prosesi pengantaran dan pemakaman jenazah korban. Santunan yang diberikan meliputi manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Tabungan Hari Tua (THT), termasuk Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) tewas, Nilai Tunai Tabungan Asuransi (NTTA) sebesar premi yang telah dibayarkan selama masa kerja ditambah pengembangan, serta beasiswa untuk maksimal dua anak korban.
Jeffry mengatakan, ahli waris juga berhak menerima gaji terusan yang dibayarkan melalui juru bayar satuan kerja, manfaat Pensiun Warakawuri, dan tunjangan orang tua bagi peserta yang berstatus lajang.
"Kami akan menindaklanjuti seluruh hak peserta dengan memberikan manfaat secara cepat dan tepat, sesuai prinsip 5T, yaitu Tepat Waktu, Tepat Alamat, Tepat Orang, Tepat Jumlah, dan Tertib Administrasi," ujarnya.
Baca Juga: TNI Angkatan Darat Buka Peluang Anak Korban Ledakan Amunisi di Garut Jadi Prajurit
Ledakan yang terjadi pada Senin (12/5) di lokasi pemusnahan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, menewaskan 13 orang, terdiri dari empat prajurit TNI dan sembilan warga sipil. Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa amunisi yang dimusnahkan merupakan milik TNI AD dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Pusat Peralatan TNI AD.
Jeffry mengatakan, ahli waris juga berhak menerima gaji terusan yang dibayarkan melalui juru bayar satuan kerja, manfaat Pensiun Warakawuri, dan tunjangan orang tua bagi peserta yang berstatus lajang.
"Kami akan menindaklanjuti seluruh hak peserta dengan memberikan manfaat secara cepat dan tepat, sesuai prinsip 5T, yaitu Tepat Waktu, Tepat Alamat, Tepat Orang, Tepat Jumlah, dan Tertib Administrasi," ujarnya.
Baca Juga: TNI Angkatan Darat Buka Peluang Anak Korban Ledakan Amunisi di Garut Jadi Prajurit
Ledakan yang terjadi pada Senin (12/5) di lokasi pemusnahan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, menewaskan 13 orang, terdiri dari empat prajurit TNI dan sembilan warga sipil. Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa amunisi yang dimusnahkan merupakan milik TNI AD dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Pusat Peralatan TNI AD.
(nng)
Lihat Juga :