AS Cabut Sanksi Rusia Terkait Proyek Minyak Internasional
Jum'at, 16 Mei 2025 - 13:03 WIB
Lisensi Umum No. 121, yang dikeluarkan pada bulan Januari, sebelumnya telah memberikan izin sementara pada beberapa layanan CPC dan TCO. Lisensi itu tetap berlaku sampai 28 Juni 2025, tetapi lisensi baru tampaknya menjelaskan dan menegaskan bahwa perusahaan dapat melanjutkan keterlibatan mereka dalam proyek-proyek ini tanpa takut dijatuhi sanksi.
Kementerian Keuangan AS menjelaskan, lisensi tersebut mencakup kegiatan seperti pengeboran, pengolahan, transportasi, dan pemasaran minyak - asalkan terkait dengan CPC atau Tengizchevroil.
Baca Juga: Perusahaan Barat yang Dulu Kabur, Merapat Kembali ke Rusia usai Boncos Rp4.941 Triliun
Awal tahun ini, CPC terpaksa menghentikan operasionalnya secara sementara setelah dua serangan oleh drone Ukraina yang merusak stasiun transfer minyak yang terhubung dengan jaringan pipa di wilayah Rusia.
Serangan tersebut terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump menyetujui gencatan senjata parsial, di mana baik Moskow maupun Kiev berkomitmen untuk menahan diri dari serangan terhadap infrastruktur energi.
Kementerian Keuangan AS menjelaskan, lisensi tersebut mencakup kegiatan seperti pengeboran, pengolahan, transportasi, dan pemasaran minyak - asalkan terkait dengan CPC atau Tengizchevroil.
Baca Juga: Perusahaan Barat yang Dulu Kabur, Merapat Kembali ke Rusia usai Boncos Rp4.941 Triliun
Awal tahun ini, CPC terpaksa menghentikan operasionalnya secara sementara setelah dua serangan oleh drone Ukraina yang merusak stasiun transfer minyak yang terhubung dengan jaringan pipa di wilayah Rusia.
Serangan tersebut terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump menyetujui gencatan senjata parsial, di mana baik Moskow maupun Kiev berkomitmen untuk menahan diri dari serangan terhadap infrastruktur energi.
(akr)
Lihat Juga :