Dolar AS Terancam Kolaps, BRICS dan Utang AS Jadi Ancaman Serius
Jum'at, 23 Mei 2025 - 08:15 WIB
Standard Chartered dan Deutsche Bank sepakat bahwa tekanan terhadap dolar AS tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tetapi juga lemahnya kebijakan fiskal AS. Kedua bank ini mempertanyakan kemampuan AS mempertahankan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia.
Baca Juga: Setelah Serang Pakistan, India Kini Gempur Habis-habisan Kaum Maois
Para analis memberikan peringatan, jika tren ini terus berlanjut, dolar AS bisa kehilangan statusnya sebagai mata uang global utama. Hal ini berpotensi memicu gejolak di pasar keuangan internasional.
Pemerintah AS diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan defisit anggaran dan memulihkan kepercayaan investor. Namun, dengan polarisasi politik yang masih tinggi, solusi jangka pendek sulit diwujudkan.
Menyikapi kondisi tersebut, pelaku pasar mulai mengurangi eksposur terhadap aset berbasis dolar. Beberapa negara bahkan dilaporkan mulai diversifikasi cadangan devisa ke emas dan mata uang alternatif.
Baca Juga: Setelah Serang Pakistan, India Kini Gempur Habis-habisan Kaum Maois
Para analis memberikan peringatan, jika tren ini terus berlanjut, dolar AS bisa kehilangan statusnya sebagai mata uang global utama. Hal ini berpotensi memicu gejolak di pasar keuangan internasional.
Pemerintah AS diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan defisit anggaran dan memulihkan kepercayaan investor. Namun, dengan polarisasi politik yang masih tinggi, solusi jangka pendek sulit diwujudkan.
Menyikapi kondisi tersebut, pelaku pasar mulai mengurangi eksposur terhadap aset berbasis dolar. Beberapa negara bahkan dilaporkan mulai diversifikasi cadangan devisa ke emas dan mata uang alternatif.
(nng)
Lihat Juga :