Dolar AS Keok, Rubel Rusia Melesat ke Level Tertinggi dalam 2 Tahun

Selasa, 27 Mei 2025 - 02:45 WIB
Analis mengutarakan, bahwa lonjakan ini juga didukung oleh peningkatan penjualan pendapatan dalam mata uang asing oleh eksportir menjelang pembayaran pajak dan dividen, serta menurunnya permintaan dari importir. Pelaku pasar dilaporkan bertaruh pada kembalinya perusahaan asing ke pasar Rusia, serta kemungkinan pelonggaran sanksi.

"Investor kemungkinan memperkirakan bukan hanya kemajuan dalam diplomasi, tetapi juga potensi pencabutan sanksi terkait infrastruktur, kembalinya modal asing, dan perbaikan likuiditas FX – faktor-faktor yang meningkatkan daya tarik rubel," kata Yuri Kravchenko, kepala penelitian perbankan dan pasar uang di Veles Capital.

Dia juga mengutip "ekspektasi geopolitik yang menguntungkan" sebagai dukungan utama rubel dalam beberapa minggu terakhir. Para analis menyakini kenaikan mata uang Rusia ini dipicu oleh optimisme geopolitik atas kemungkinan perjanjian damai dalam konflik Ukraina.

Beberapa ahli melihat peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih lanjut, dimana memperkirakan rubel dapat mencapai posisi 75 terhadap dolar bulan ini, jika momentum geopolitik terus berlanjut. Namun mereka memperingatkan bahwa lonjakan ini mungkin tidak akan berlangsung lama kecuali ada perkembangan konkret.

Putaran sanksi terbaru, yang diumumkan oleh UE (Uni Eropa) dan Inggris minggu ini, kemungkinan tidak akan memberikan dampak yang kuat pada mata uang Rusia, menurut para analis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!