Gelombang PHK Massal di Indonesia Belum Usai, TikTok Shop Bakal Pecat 2.500 Karyawan
Senin, 02 Juni 2025 - 08:53 WIB
GoTo selaku induk Tokopedia memilih posisi pasif dalam entitas gabungan ini. Struktur kemitraan ini dinilai sebagai strategi ByteDance untuk beradaptasi dengan iklim regulasi Indonesia. Namun, langkah merger dan PHK ini memicu kekhawatiran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Lembaga ini menilai konsentrasi pasar berpotensi mengurangi persaingan sehat di industri e-commerce.
Baca Juga: Tangis Buruh di RI, 61.000 Orang Tiba-tiba Kena PHK dalam 4 Bulan
Di sisi lain, integrasi sistem TikTok Shop dan Tokopedia disebut telah menciptakan sinergi operasional. Efisiensi ini menjadi alasan utama pengurangan karyawan di sejumlah departemen. Indonesia tetap menjadi pasar strategis bagi TikTok Shop, meski bersaing ketat dengan Shopee dan Lazada. Nilai pasar e-commerce Tanah Air diproyeksikan mencapai USD94,5 miliar pada 2025. "Kami tetap berkomitmen berinvestasi di Indonesia," tegas perwakilan dari TikTok Shop.
PHK massal ini menambah daftar panjang gelombang pemutusan hubungan kerja di sektor digital Indonesia. Sebelumnya, perusahaan seperti GoTo, Shopee, dan LinkAja juga telah melakukan efisiensi karyawan.
Baca Juga: Tangis Buruh di RI, 61.000 Orang Tiba-tiba Kena PHK dalam 4 Bulan
Di sisi lain, integrasi sistem TikTok Shop dan Tokopedia disebut telah menciptakan sinergi operasional. Efisiensi ini menjadi alasan utama pengurangan karyawan di sejumlah departemen. Indonesia tetap menjadi pasar strategis bagi TikTok Shop, meski bersaing ketat dengan Shopee dan Lazada. Nilai pasar e-commerce Tanah Air diproyeksikan mencapai USD94,5 miliar pada 2025. "Kami tetap berkomitmen berinvestasi di Indonesia," tegas perwakilan dari TikTok Shop.
PHK massal ini menambah daftar panjang gelombang pemutusan hubungan kerja di sektor digital Indonesia. Sebelumnya, perusahaan seperti GoTo, Shopee, dan LinkAja juga telah melakukan efisiensi karyawan.
(nng)
Lihat Juga :