Amerika Desak India Tinggalkan BRICS: 'Berbisnislah dengan AS'

Rabu, 04 Juni 2025 - 08:17 WIB
India, dengan populasi 1,4 miliar jiwa, memiliki pasar yang sangat besar dan menjadi pusat sektor teknologi informasi terbesar bagi AS selama tiga dekade terakhir. Jika India mengganggu hubungan ini, bisnis AS bisa beralih ke negara berkembang lain, yang akan merugikan India sendiri.

Hubungan antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Narendra Modi digambarkan hangat dan bersahabat, dengan kedua pemimpin saling memuji keputusan satu sama lain sebagai langkah berani. India merupakan satu-satunya anggota BRICS yang secara terbuka mendukung dolar AS dan menolak de-dolarisasi.

Lutnick menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan perdagangan antara AS dan India akan segera tercapai, dengan negosiasi yang diperkirakan rampung dalam waktu dekat. Namun, ia menegaskan transparansi dan keterbukaan dalam menyelesaikan isu-isu sensitif adalah kunci keberhasilan.

Selain itu, perusahaan teknologi seperti Starlink milik Elon Musk juga tengah mempertimbangkan masuk ke pasar India untuk menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau, yang menunjukkan potensi ekonomi India yang besar dan menarik bagi investasi AS.

Dorongan AS agar India meninggalkan BRICS dan memperkuat hubungan ekonomi dengan Washington mencerminkan dinamika geopolitik dan ekonomi yang kompleks, di mana India berupaya menyeimbangkan kepentingan strategis antara berbagai kekuatan besar dunia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!