Misi India Melawan China, Coba Membangun Cadangan Besar Magnet Tanah Jarang

Jum'at, 06 Juni 2025 - 07:59 WIB
Saat ini, pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi ingin mengembangkan kemampuan manufaktur dalam negeri dan sedang mempertimbangkan untuk menawarkan insentif fiskal berbasis produksi kepada perusahaan-perusahaan, kata dua sumber yang meminta untuk tidak diungkapkan identitasnya karena pembicaraan ini bersifat sensitof.

Skema tersebut sedang disusun oleh kementerian industri berat, disebutkan juga bakal membantu mendanai sebagian dari perbedaan antara harga akhir magnet buatan India dan biaya impor dari China. Masih menurut sumber tersebut, hal ini membantu mencapai paritas biaya dan meningkatkan permintaan lokal.

Ia juga menambahkan bahwa pendanaan untuk skema ini belum ditentukan, tapi kemungkinan pemerintah akan menemui pejabat di industri ini pada minggu depan untuk menyelesaikan rinciannya. Kementerian industri India belum berkomentar seperti dilansir Reuters.

Meskipun sebuah perusahaan milik negara, IREL, telah menambang bahan baku logam langka tanah jarang selama bertahun-tahun, namun sebagian besar pasokan untuk penggunaan di sektor selain energi atom dan pertahanan, masih diimpor dari China.

Langkah India seiring dengan peringatkan yang diungkap oleh perusahaan otomotif di seluruh dunia bahwa mereka dapat menghadapi gangguan pasokan dalam beberapa hari ke depan. Di Jepang, Suzuki Motor, telah menghentikan produksi mobil Swift-nya karena pembatasan dari China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!