Petronas Bakal PHK 5.000 Karyawan, Guncangan Besar Industri Migas
Minggu, 08 Juni 2025 - 16:07 WIB
Sebagian besar karyawan yang terdampak PHK merupakan pegawai kontrak. Hal ini dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang juga menjabat Menteri Keuangan. "Ini sebagian besar melibatkan posisi kontrak," kata Anwar, menanggapi kebijakan efisiensi yang diambil Petronas.
Selain PHK, Petronas juga mengumumkan pembekuan perekrutan karyawan baru hingga akhir 2026, kecuali untuk posisi-posisi krusial yang akan dievaluasi secara khusus. Proses pemberitahuan kepada karyawan terdampak akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun ini.
Restrukturisasi ini dilakukan di tengah tekanan keuangan yang dihadapi Petronas akibat penurunan harga minyak global. Laba bersih perusahaan tercatat turun lebih dari 30% pada 2024, setelah sebelumnya juga mengalami penurunan sebesar 21% pada tahun sebelumnya. Kondisi ini memaksa Petronas untuk meninjau ulang seluruh operasinya, termasuk aset, proses bisnis, dan sumber daya manusia.
Di tengah kabar PHK massal, Petronas juga dikabarkan sedang mempertimbangkan penjualan aset bisnisnya di Kanada, yang sebelumnya dikenal sebagai Progress Energy Resources Corp. Namun, Tengku Muhammad Taufik membantah bahwa Petronas akan sepenuhnya keluar dari pasar Kanada.
"Kanada adalah bagian penting dari ambisi kami untuk mempertahankan posisi strategis di sektor gas alam cair LNG global," tegasnya.
Selain PHK, Petronas juga mengumumkan pembekuan perekrutan karyawan baru hingga akhir 2026, kecuali untuk posisi-posisi krusial yang akan dievaluasi secara khusus. Proses pemberitahuan kepada karyawan terdampak akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun ini.
Restrukturisasi ini dilakukan di tengah tekanan keuangan yang dihadapi Petronas akibat penurunan harga minyak global. Laba bersih perusahaan tercatat turun lebih dari 30% pada 2024, setelah sebelumnya juga mengalami penurunan sebesar 21% pada tahun sebelumnya. Kondisi ini memaksa Petronas untuk meninjau ulang seluruh operasinya, termasuk aset, proses bisnis, dan sumber daya manusia.
Di tengah kabar PHK massal, Petronas juga dikabarkan sedang mempertimbangkan penjualan aset bisnisnya di Kanada, yang sebelumnya dikenal sebagai Progress Energy Resources Corp. Namun, Tengku Muhammad Taufik membantah bahwa Petronas akan sepenuhnya keluar dari pasar Kanada.
"Kanada adalah bagian penting dari ambisi kami untuk mempertahankan posisi strategis di sektor gas alam cair LNG global," tegasnya.
Lihat Juga :