Putin Puji BRICS Setinggi Langit: Kerja Sama Bebas dari Paksaan
Selasa, 10 Juni 2025 - 07:40 WIB
SPIEF tahun ini dibuka pada 18 Juni dan berlangsung hingga 21 Juni, mendatang. Acara tahunan ke-28 ini diharapkan akan menarik ribuan peserta dari Armenia, Afrika, Bahrain, Vietnam, Uni Eropa, India, Kazakhstan, Kyrgyzstan, China, Amerika Latin, Moldova, Mongolia, Thailand, dan Uzbekistan, serta anggota Uni Ekonomi Euraasia dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.
Sementara itu pada tahun 2024, BRICS berkembang menjadi penyumbang 40% dari perekonomian dunia dalam Paritas Daya Beli (PPP), menurut data IMF. Anggota blok tersebut kini mewakili lebih dari sepertiga populasi global.
Presiden Putin menekankan, Rusia bekerja sama dengan sesama anggota BRICS untuk menciptakan sistem kemitraan yang setara dan saling menguntungkan. Tahun lalu, ketika berbicara dalam pertemuan perwakilan keamanan BRICS di St. Petersburg, Putin mencatat bahwa 34 negara telah menyatakan minat untuk bergabung atau bekerja sama dengan kelompok tersebut.
Baca Juga: Amerika Desak India Tinggalkan BRICS: 'Berbisnislah dengan AS'
Awal tahun ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan, bahwa blok ekonomi BRICS telah menjadi platform utama untuk menyelaraskan kepentingan mayoritas global. Ia menekankan bahwa BRICS terus menarik negara-negara dari Global Selatan dan Timur, karena banyak yang "mencari kemitraan yang setara dan saling menguntungkan demi pengembangan bersama."
Sementara itu pada tahun 2024, BRICS berkembang menjadi penyumbang 40% dari perekonomian dunia dalam Paritas Daya Beli (PPP), menurut data IMF. Anggota blok tersebut kini mewakili lebih dari sepertiga populasi global.
Presiden Putin menekankan, Rusia bekerja sama dengan sesama anggota BRICS untuk menciptakan sistem kemitraan yang setara dan saling menguntungkan. Tahun lalu, ketika berbicara dalam pertemuan perwakilan keamanan BRICS di St. Petersburg, Putin mencatat bahwa 34 negara telah menyatakan minat untuk bergabung atau bekerja sama dengan kelompok tersebut.
Baca Juga: Amerika Desak India Tinggalkan BRICS: 'Berbisnislah dengan AS'
Awal tahun ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan, bahwa blok ekonomi BRICS telah menjadi platform utama untuk menyelaraskan kepentingan mayoritas global. Ia menekankan bahwa BRICS terus menarik negara-negara dari Global Selatan dan Timur, karena banyak yang "mencari kemitraan yang setara dan saling menguntungkan demi pengembangan bersama."
(akr)
Lihat Juga :