UMKM Butuh Program Holistik dan Terintegrasi, Bukan Sekedar Jualan Online
Selasa, 10 Juni 2025 - 23:10 WIB
Selain itu, penting juga melibatkan komunitas lokal, memberi insentif, menyampaikan manfaat pelatihan lewat studi kasus, serta menyediakan pelatihan yang aplikatif. "Evaluasi dan pendampingan pasca program sangat krusial untuk keberhasilan jangka panjang. Digitalisasi bukan tujuan akhir, melainkan awal dari proses pemberdayaan UMKM,” jelas Jake Kendall.
Senior Experience Design Consultant Somia CX, Nathaniel Orlandy mengatakan, banyak pelaku UMKM yang tidak mengetahui adanya program yang dapat memberikan manfaat sesuai kebutuhan mereka. Sementara yang lain kesulitan menemukan atau melanjutkan pelatihan yang pernah mereka ikuti.
Duplikasi konten program juga menjadi hal yang umum terjadi. Beberapa peserta program akhirnya mengikuti pelatihan yang sama berulang kali, baik karena terbatasnya jangkauan kepada peserta baru, kecenderungan penyelenggara mengundang peserta yang sudah terdaftar sebelumnya, maupun karena motivasi insentif finansial.
“Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana merancang program yang menyeluruh, inklusif, mampu mendukung UMKM di setiap tahap perjalanan mereka dan menyesuaikan dengan tingkat keterampilan, serta memastikan dampak jangka panjang melalui keterlibatan peserta yang lebih luas dan beragam dari waktu ke waktu,” beber dia.
Agar bisa membuat program yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan bisnis UMKM, perlu adanya basis data nasional tentang UMKM. Sebab tanpa data informasi terkait sejauh mana perjalanan UMKM dalam berjualan daring atau program pelatihan apa saja yang telah mereka ikuti.
Ini penting untuk mengidentifikasi program yang sesuai dengan kebutuhan, menilai progres kemajuan, maupun memastikan kelompok yang kurang terlayani terjangkau oleh program-program tersebut. Oleh karena itu, Kementerian UMKM saat ini tengah mengembangakan pusat data UMKM guna meningkatkan penargetan dan efektifitas program.
Lanjut Jake Kendal, dengan adanya pusat data, berbagai tahapan perkembangan UMKM di Indonesia akan lebih mudah dipahami, sehingga dapat menghadirkan program yang lebih sesuai dan efektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis UMKM.
"Ini menjadi peluang besar bagi para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, menyatukan upaya, dan mengatasi tantangan yang dihadapi program-program yang ada,” tutup Jake.
Pendekatan Terstruktur dan Terkurasi
Tantangan lain yang ditemukan dalam studi ini adalah kurangnya koordinasi, akses informasi, dan kesinambungan antar program. Baca Juga: Digitalisasi: Game Changer Pengembangan UMKMSenior Experience Design Consultant Somia CX, Nathaniel Orlandy mengatakan, banyak pelaku UMKM yang tidak mengetahui adanya program yang dapat memberikan manfaat sesuai kebutuhan mereka. Sementara yang lain kesulitan menemukan atau melanjutkan pelatihan yang pernah mereka ikuti.
Duplikasi konten program juga menjadi hal yang umum terjadi. Beberapa peserta program akhirnya mengikuti pelatihan yang sama berulang kali, baik karena terbatasnya jangkauan kepada peserta baru, kecenderungan penyelenggara mengundang peserta yang sudah terdaftar sebelumnya, maupun karena motivasi insentif finansial.
“Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana merancang program yang menyeluruh, inklusif, mampu mendukung UMKM di setiap tahap perjalanan mereka dan menyesuaikan dengan tingkat keterampilan, serta memastikan dampak jangka panjang melalui keterlibatan peserta yang lebih luas dan beragam dari waktu ke waktu,” beber dia.
Agar bisa membuat program yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan bisnis UMKM, perlu adanya basis data nasional tentang UMKM. Sebab tanpa data informasi terkait sejauh mana perjalanan UMKM dalam berjualan daring atau program pelatihan apa saja yang telah mereka ikuti.
Ini penting untuk mengidentifikasi program yang sesuai dengan kebutuhan, menilai progres kemajuan, maupun memastikan kelompok yang kurang terlayani terjangkau oleh program-program tersebut. Oleh karena itu, Kementerian UMKM saat ini tengah mengembangakan pusat data UMKM guna meningkatkan penargetan dan efektifitas program.
Lanjut Jake Kendal, dengan adanya pusat data, berbagai tahapan perkembangan UMKM di Indonesia akan lebih mudah dipahami, sehingga dapat menghadirkan program yang lebih sesuai dan efektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis UMKM.
"Ini menjadi peluang besar bagi para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, menyatukan upaya, dan mengatasi tantangan yang dihadapi program-program yang ada,” tutup Jake.
(akr)
Lihat Juga :