Krisis Logam Langka Bikin Pabrikan Mobil Dunia Pangkas produksi

Rabu, 11 Juni 2025 - 09:46 WIB
Dokumen tersebut menyebutkan, adanya kendala pasokan untuk logam tanah jarang yang sangat penting dalam pembuatan magnet dan komponen lainnya di berbagai industri teknologi tinggi. Maruti masih berencana untuk memenuhi target produksinya sebanyak 67.000 EV untuk tahun yang berakhir pada Maret 2026.

Pembatasan China terhadap beberapa ekspor tanah jarang telah mengguncang industri otomotif global, dimana perusahaan-perusahaan memperingatkan adanya gangguan serius dalam rantai pasokan. Sementara beberapa perusahaan di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang melihat pasokan mulai melonggar karena mereka mendapatkan lisensi dari Beijing.

Sedangkan India masih menunggu persetujuan dari China di tengah kekhawatiran akan penghentian produksi. Diluncurkan dengan banyak sorotan saat pameran mobil India di bulan Januari, e-Vitara sangat penting bagi dorongan EV Maruti di negara tersebut.

Hal itu juga menandai masuknya Maruti Suzuki ke segmen yang ingin tumbuh menjadi 30% dari semua penjualan mobil pada tahun 2030 dari sekitar 2,5% tahun lalu. Kemunduran ini juga dapat merugikan induk perusahaan Suzuki Motor, di mana India merupakan pasar terbesar berdasarkan pendapatan dan pusat produksi global untuk EV atau mobil listrik.

Sebagian besar e-Vitara yang dibuat di India ditujukan untuk ekspor oleh Suzuki ke pasar utama seperti Eropa dan Jepang di sekitar musim panas 2025.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!