Dorong Konektivitas dan Pemerataan, BNI Gelontorkan Pembiayaan Triliunan ke Sektor Infrastruktur
Kamis, 12 Juni 2025 - 15:20 WIB
Okki pun membeberkan berbagai kontribusi BNI pada sektor infrastruktur. Pada 2016 misalnya, BNI terlibat dalam pembiayaan proyek LRT Palembang senilai Rp4,59 triliun. Dalam proyek ini, BNI bertindak sebagai Original Mandated Lead Arranger dan Book Runner, serta mengucurkan pembiayaan sebesar Rp1,99 triliun. Proyek ini menjadi simbol awal dukungan BNI terhadap transportasi publik berbasis rel.
Komitmen BNI tersebut berlanjut pada 2017 saat mendukung proyek LRT Jabodebek dengan pembiayaan Rp6 triliun, bagian dari total kebutuhan proyek sekitar Rp18 triliun. BNI menjadi salah satu tulang punggung pendanaan yang memungkinkan realisasi transportasi massal antarkota di kawasan Jabodetabek.
Selanjutnya, pada 2018, BNI turut serta dalam proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta. Melalui sindikasi kredit senilai Rp7,84 triliun, BNI memberikan pembiayaan Rp515,27 miliar kepada PT KAI dan PT Railink. "Dukungan ini memperkuat akses masyarakat ke transportasi udara secara cepat dan efisien," tuturnya.
Juga di tahun 2019, BNI berpartisipasi dalam mendorong percepatan elektrifikasi Indonesia, dengan pembiayaan sebesar Rp2,3 triliun untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG). Pada 2021, BNI berkontribusi dalam pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berkapasitas 110 MW dengan total pembiayaan senilai USD34 juta.
Selanjutnya pada 2022, BNI sebagai salah satu Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner bersama sindikasi beberapa bank mendanai Proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo dengan total pendanaan sebesar Rp9,89 triliun.
"Pada tahun ini, BNI kembali menunjukkan komitmennya dengan mendukung pendanaan pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation hasil kerja sama dengan PT KAI dan PT SMI," sambungnya.
Komitmen BNI tersebut berlanjut pada 2017 saat mendukung proyek LRT Jabodebek dengan pembiayaan Rp6 triliun, bagian dari total kebutuhan proyek sekitar Rp18 triliun. BNI menjadi salah satu tulang punggung pendanaan yang memungkinkan realisasi transportasi massal antarkota di kawasan Jabodetabek.
Selanjutnya, pada 2018, BNI turut serta dalam proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta. Melalui sindikasi kredit senilai Rp7,84 triliun, BNI memberikan pembiayaan Rp515,27 miliar kepada PT KAI dan PT Railink. "Dukungan ini memperkuat akses masyarakat ke transportasi udara secara cepat dan efisien," tuturnya.
Juga di tahun 2019, BNI berpartisipasi dalam mendorong percepatan elektrifikasi Indonesia, dengan pembiayaan sebesar Rp2,3 triliun untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG). Pada 2021, BNI berkontribusi dalam pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berkapasitas 110 MW dengan total pembiayaan senilai USD34 juta.
Selanjutnya pada 2022, BNI sebagai salah satu Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner bersama sindikasi beberapa bank mendanai Proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo dengan total pendanaan sebesar Rp9,89 triliun.
"Pada tahun ini, BNI kembali menunjukkan komitmennya dengan mendukung pendanaan pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation hasil kerja sama dengan PT KAI dan PT SMI," sambungnya.
Lihat Juga :