Pembatasan Harga Minyak Rusia Bakal Dipatok USD45/Barel, Kremlin Peringatkan UE

Minggu, 15 Juni 2025 - 14:24 WIB
Paket baru ini bertujuan untuk memberi tekanan pada Moskow terkait konflik Ukraina. Namun rencana tersebut memerlukan dukungan dari semua anggota UE yang berjumlah 27 negara agar dapat berlaku.

Peskov mengatakan, Kremlin terus memantau tindakan UE, sembari menambahkan bahwa Rusia akan merespons dengan cara yang paling baik demi melindungi kepentingannya jika blok tersebut mengubah batas harga.

Dia menambahkan, Rusia telah lama beroperasi di bawah sanksi "ilegal" dan telah mendapatkan "pengalaman yang sangat berguna" dalam cara meminimalkan "konsekuensi negatif". Pada bulan Desember 2022, UE, bersama dengan G7 dan Australia, memperkenalkan pembatasan harga sebesar USD60 per barel untuk minyak mentah Rusia yang diangkut melalui laut.

Ditambah melarang perusahaan pelayaran dan asuransi Barat untuk menangani kargo yang dijual di atas batas tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi pendapatan ekspor Rusia di tengah konflik Ukraina.

Sementara itu Rusia telah menolak pembatasan harga minyak Barat, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut mendistorsi mekanisme pasar dan mengancam investasi di sektor energi global. Selain itu Kremlin turut memperingatkan bahwa mereka akan menghentikan pasokan ke negara mana pun yang mendukung batas harga tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!