Rupiah Menderita Terseret Perang Iran-Israel dan AS, Situasi Global Kian Mencekam

Minggu, 22 Juni 2025 - 17:00 WIB
Selain itu, lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS mencerminkan kekhawatiran pasar atas kondisi fiskal negeri Paman Sam yang semakin rentan terhadap ketidakseimbangan anggaran.

Ibrahim memperkirakan, pergerakan rupiah akan tetap fluktuatif dalam waktu dekat, dengan potensi pelemahan menuju kisaran Rp16.350 hingga Rp16.400 per dolar AS, tergantung pada dinamika eksternal dan respons kebijakan dalam negeri.

Kondisi ini menegaskan perlunya kewaspadaan dari otoritas moneter dan pelaku pasar, mengingat tekanan global belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!