Rupiah Menderita Terseret Perang Iran-Israel dan AS, Situasi Global Kian Mencekam

Minggu, 22 Juni 2025 - 17:00 WIB
Bank Indonesia mencatat rupiah ditutup di level bid Rp16.390 per dolar AS pada Kamis (19/6), dan dibuka pada Jumat (20/6) di posisi Rp16.355 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terhadap enam mata uang utama menguat ke level 98,91, menandakan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pasar keuangan global terguncang akibat pernyataan agresif dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang belum menunjukkan komitmen terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Bahkan, proyeksi penurunan suku bunga untuk tahun 2026 ikut direvisi.

"Komentar Powell memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Ini memberikan tekanan tambahan pada pasar negara berkembang seperti Indonesia," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis.

Tak hanya faktor moneter, situasi geopolitik di Timur Tengah turut memperburuk sentimen pasar. Ketegangan antara Iran dan Israel yang melibatkan campur tangan Amerika Serikat berpotensi mengeskalasi menjadi konflik berskala lebih besar.

"Indonesia tengah berada dalam pusaran ketidakpastian global yang kompleks. Pergeseran struktural ekonomi dunia menuntut ketahanan domestik yang kuat, respons kebijakan yang adaptif, dan koordinasi solid antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor riil," ujar Ibrahim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!