Gede Banget, Kemenhub Revaluasi Aset Senilai Rp504 Triliun
Rabu, 09 September 2020 - 04:03 WIB
Kemenhub sendiri sudah mengambil langkah-langkah strategis mewujudkan tata kelola aset negara yang tertib dan akuntabel yang sudah mulai dilakukan sejak Tahun 2019–2020. Kementerian Perhubungan sudah melakukan revaluasi Aset/BMN sebanyak 29.400 NUP (Nomor Urut Pencatatan atau biasa juga dikenal dengan Nomor Aset/NA) yaitu 56,80% dari total Aset/BMN yang berjumlah 51.765 NUP dan akan terus dilakukan revaluasi BMN selesai sampai dengan 51.765 NUP hingga akhir tahun 2020.
"Kondisi dimana belum terinventarisasinya BMN dengan baik sesuai peraturan yang berlaku pada Kemenhub, menjadi sasaran dalam penataan dan penertiban BMN pada tahun 2020," ujar Menhub.
(Baca Juga: Genjot Penerimaan, Aset Negara Perlu Dikelola Lebih Optimal)
Lebih lanjut Menhub mengatakan arahnya dari langkah-langkah penertiban BMN tersebut adalah bagaimana pengelolaan aset Kemenhub di setiap Kuasa Pengguna Barang menjadi lebih akuntabel dan transparan, sehingga aset-aset negara mampu dioptimalkan penggunaan dan pemanfaatannya untuk menunjang fungsi pelayanan kepada masyarakat/stakeholder.
"Diharapkan penerimaan atau penghematan APBN yang berasal dari pengelolaan BMN dapat menjadi tolok ukur kinerja para Kuasa Pengguna Barang," pungkasnya.
"Kondisi dimana belum terinventarisasinya BMN dengan baik sesuai peraturan yang berlaku pada Kemenhub, menjadi sasaran dalam penataan dan penertiban BMN pada tahun 2020," ujar Menhub.
(Baca Juga: Genjot Penerimaan, Aset Negara Perlu Dikelola Lebih Optimal)
Lebih lanjut Menhub mengatakan arahnya dari langkah-langkah penertiban BMN tersebut adalah bagaimana pengelolaan aset Kemenhub di setiap Kuasa Pengguna Barang menjadi lebih akuntabel dan transparan, sehingga aset-aset negara mampu dioptimalkan penggunaan dan pemanfaatannya untuk menunjang fungsi pelayanan kepada masyarakat/stakeholder.
"Diharapkan penerimaan atau penghematan APBN yang berasal dari pengelolaan BMN dapat menjadi tolok ukur kinerja para Kuasa Pengguna Barang," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :