Perang Siber Gagal Jebol Sistem Perbankan Iran, Transaksi Justru Naik Jadi Rp1.436 Triliun
Jum'at, 27 Juni 2025 - 21:08 WIB
"Kami sudah bertahun-tahun berada dalam perang ekonomi, yang bukan hanya bersifat fisik tapi juga psikologis. Serangan baru ini memperlihatkan upaya musuh untuk memperluas front pertempuran ke ranah digital dan opini publik," ujar dia.
Farzin juga mengapresiasi peran penting para pegawai sektor perbankan yang tetap menjalankan operasional di tengah kondisi darurat. Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi mereka menjaga kelangsungan sistem keuangan nasional.
Ia menyebutkan bahwa selama periode konflik, transaksi perbankan justru menunjukkan peningkatan. Jumlah transaksi yang diproses melalui jaringan SHAPARAK naik dari 1,352 miliar toman menjadi 1,429 miliar toman dalam 12 hari terakhir.
Dari sisi nilai transaksi, volume yang diproses meningkat dari 4.340 triliun toman menjadi 4.440 triliun toman. Dengan kurs sekitar 50.000 toman per dolar, jumlah tersebut setara dengan peningkatan dari USD86,8 miliar menjadi USD88,8 miliar atau setara Rp1.436 triliun.
"Kami tidak hanya berhasil menjaga stabilitas, tapi juga menunjukkan ketahanan yang semakin matang dari sistem keuangan nasional," kata Farzin.
Farzin juga mengapresiasi peran penting para pegawai sektor perbankan yang tetap menjalankan operasional di tengah kondisi darurat. Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi mereka menjaga kelangsungan sistem keuangan nasional.
Ia menyebutkan bahwa selama periode konflik, transaksi perbankan justru menunjukkan peningkatan. Jumlah transaksi yang diproses melalui jaringan SHAPARAK naik dari 1,352 miliar toman menjadi 1,429 miliar toman dalam 12 hari terakhir.
Dari sisi nilai transaksi, volume yang diproses meningkat dari 4.340 triliun toman menjadi 4.440 triliun toman. Dengan kurs sekitar 50.000 toman per dolar, jumlah tersebut setara dengan peningkatan dari USD86,8 miliar menjadi USD88,8 miliar atau setara Rp1.436 triliun.
"Kami tidak hanya berhasil menjaga stabilitas, tapi juga menunjukkan ketahanan yang semakin matang dari sistem keuangan nasional," kata Farzin.
Lihat Juga :