12.000 Perusahaan Jerman Bangkrut dalam Enam Bulan, Terparah Satu Dekade
Minggu, 29 Juni 2025 - 09:49 WIB
"Perusahaan-perusahaan ini sedang berjuang ketika permintaan melemah, biaya yang meningkat, dan ketidakpastian yang terus menerus,” kata kepala ekonom Creditreform, Patrik-Ludwig Hantzsch.
Situasi ke depan diprediksi tetap sulit karena Jerman terus berjuang dengan resesi yang berlangsung selama dua tahun terakhir. Gelombang kebangkrutan mungkinakan meningkat dalam enam bulan ke depan, mengingat “tingkat kebangkrutan yang tetap tinggi semakin memicu reaksi berantai,” ungkap Hantzsch memperingatkan.
Sementara itu PDB Jerman tumbuh sebesar 0,2% pada kuartal pertama 2025, di tengah lesunya permintaan global dan ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan terus berdampak negatif pada ekonominya.
Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh institut ekonomi Ifo yang dirilis pekan ini, ekspektasi di antara eksportir Jerman memburuk bulan ini dihantui ketidakpastian mengenai potensi perang dagang dengan Washington. AS (Amerika Serikat) merupakan mitra dagang utama Jerman pada tahun 2024, dengan total perdagangan barang bilateral mencapai 253 miliar euro (atau sekitar USD280 miliar), menurut data resmi.
Awal tahun ini, Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 20% pada semua barang yang berasal dari UE (Uni Eropa), ditambah dengan tarif 25% pada produk baja, aluminium, hingga mobil. Ketika Brussel menunjukkan kesiapannya untuk membalas, sebagian besar tarif ditangguhkan selama 90 hari untuk memungkinkan negosiasi. Namun tarif dasar 10% dan bea target 25% tetap tidak berubah.
Situasi ke depan diprediksi tetap sulit karena Jerman terus berjuang dengan resesi yang berlangsung selama dua tahun terakhir. Gelombang kebangkrutan mungkinakan meningkat dalam enam bulan ke depan, mengingat “tingkat kebangkrutan yang tetap tinggi semakin memicu reaksi berantai,” ungkap Hantzsch memperingatkan.
Sementara itu PDB Jerman tumbuh sebesar 0,2% pada kuartal pertama 2025, di tengah lesunya permintaan global dan ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan terus berdampak negatif pada ekonominya.
Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh institut ekonomi Ifo yang dirilis pekan ini, ekspektasi di antara eksportir Jerman memburuk bulan ini dihantui ketidakpastian mengenai potensi perang dagang dengan Washington. AS (Amerika Serikat) merupakan mitra dagang utama Jerman pada tahun 2024, dengan total perdagangan barang bilateral mencapai 253 miliar euro (atau sekitar USD280 miliar), menurut data resmi.
Awal tahun ini, Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 20% pada semua barang yang berasal dari UE (Uni Eropa), ditambah dengan tarif 25% pada produk baja, aluminium, hingga mobil. Ketika Brussel menunjukkan kesiapannya untuk membalas, sebagian besar tarif ditangguhkan selama 90 hari untuk memungkinkan negosiasi. Namun tarif dasar 10% dan bea target 25% tetap tidak berubah.
Lihat Juga :