Harga Jet Tempur F-35 AS Naik, Swiss Harus Merogoh Kocek Rp138 Triliun
Minggu, 29 Juni 2025 - 14:50 WIB
Swiss diinformasikan bahwa harga jet tempur F-35 bakal lebih mahal karena biaya bahan mentah dan energi yang lebih tinggi, serta lonjakan inflasi AS. Harga jet tempur F-35 berpotensi meningkat antara USD650 juta (Rp10,3 triliun) hingga USD1,3 miliar (Rp20,7 triliun), kata pemerintah.
"Sebuah kontrak adalah sebuah kontrak. Dengan pengadaan pesawat tempur F-35A, kami tiba-tiba dihadapkan pada kenyataan yang berbeda, meskipun ada harga tetap yang jelas," kata Urs Loher, kepala agensi pengadaan pertahanan Swiss, Armasuisse.
Namun demi mencegah sengketa hukum menurut pemerintah, maka solusi diplomatik harus dicari. Menteri Pertahanan, Martin Pfister mengatakan, bahwa saat ini pembicaraan sedang berlangsung dengan pihak berwenang AS.
"Kami masih percaya bahwa kami akan menemukan solusi dengan pihak berwenang AS, karena mereka juga memiliki kepentingan untuk dipersepsikan sebagai mitra kontraktual yang dapat diandalkan," kata Pfister, sambil menambahkan bahwa sebagai upaya terakhir, Swiss dapat membatalkan kesepakatan tersebut.
Keputusan membeli F-35A memicu perdebatan di Swiss, dengan para penentang berargumen bahwa menggantikan jet F/A-18 yang sudah tua dengan pilihan "Ferrari" yang tidak perlu adalah salah. Para kritikus mengatakan, bahwa Swiss tidak memerlukan pesawat tempur mutakhir untuk mempertahankan wilayahnya, yang dapat dilalui oleh jet supersonik dalam 10 menit.
"Sebuah kontrak adalah sebuah kontrak. Dengan pengadaan pesawat tempur F-35A, kami tiba-tiba dihadapkan pada kenyataan yang berbeda, meskipun ada harga tetap yang jelas," kata Urs Loher, kepala agensi pengadaan pertahanan Swiss, Armasuisse.
Namun demi mencegah sengketa hukum menurut pemerintah, maka solusi diplomatik harus dicari. Menteri Pertahanan, Martin Pfister mengatakan, bahwa saat ini pembicaraan sedang berlangsung dengan pihak berwenang AS.
"Kami masih percaya bahwa kami akan menemukan solusi dengan pihak berwenang AS, karena mereka juga memiliki kepentingan untuk dipersepsikan sebagai mitra kontraktual yang dapat diandalkan," kata Pfister, sambil menambahkan bahwa sebagai upaya terakhir, Swiss dapat membatalkan kesepakatan tersebut.
Keputusan membeli F-35A memicu perdebatan di Swiss, dengan para penentang berargumen bahwa menggantikan jet F/A-18 yang sudah tua dengan pilihan "Ferrari" yang tidak perlu adalah salah. Para kritikus mengatakan, bahwa Swiss tidak memerlukan pesawat tempur mutakhir untuk mempertahankan wilayahnya, yang dapat dilalui oleh jet supersonik dalam 10 menit.
Lihat Juga :