Klaster Susu Mulya Abadi Jadi Contoh Sukses Program Klasterkuhidupku BRI
Kamis, 03 Juli 2025 - 11:55 WIB
Klaster Susu Mulya Abadi di Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antarpeternak dan BRI. FOTO/BRI
PONOROGO - Klaster Susu Mulya Abadi di Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antarpeternak dan dukungan lembaga keuangan mampu menciptakan perubahan besar di sektor peternakan rakyat.
Dimulai dari hanya 25 orang, kelompok peternak di Dusun Ngelon, Desa Pudak Wetan itu kini beranggotakan lebih dari 300 peternak dari enam desa. Klaster ini menjadi salah satu bagian dari program Klasterkuhidupku yang diinisiasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Samsul Hadi, Koordinator Klaster, menyampaikan bahwa semangat gotong royong dan keterbukaan menjadi kunci utama pertumbuhan klaster. "Kami membentuk organisasi agar saling membantu dan mencari jalan keluar bersama," ujar Samsul dalam pernyataannya, Kamis (3/7).
Baca Juga: Tingkatkan Produksi, BRI Berikan Fasilitas Pembiayaan Klaster Peternak Susu di Ponorogo
Menurut dia tantangan terbesar muncul saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda pada 2022. Produksi susu turun hingga 50 persen. Namun dengan dukungan pembiayaan dan fasilitas dari BRI, para peternak bisa bangkit dan mengganti sapi indukan yang tidak lagi produktif.
Saat ini, klaster tersebut mampu menyetor susu hingga 10 ton per hari. Proses penyaluran dilakukan dua kali sehari dengan penyimpanan di mesin pendingin berkapasitas total 7.500 liter, sebelum diangkut oleh truk tangki ke pabrik pengolahan.
Dimulai dari hanya 25 orang, kelompok peternak di Dusun Ngelon, Desa Pudak Wetan itu kini beranggotakan lebih dari 300 peternak dari enam desa. Klaster ini menjadi salah satu bagian dari program Klasterkuhidupku yang diinisiasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Samsul Hadi, Koordinator Klaster, menyampaikan bahwa semangat gotong royong dan keterbukaan menjadi kunci utama pertumbuhan klaster. "Kami membentuk organisasi agar saling membantu dan mencari jalan keluar bersama," ujar Samsul dalam pernyataannya, Kamis (3/7).
Baca Juga: Tingkatkan Produksi, BRI Berikan Fasilitas Pembiayaan Klaster Peternak Susu di Ponorogo
Menurut dia tantangan terbesar muncul saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda pada 2022. Produksi susu turun hingga 50 persen. Namun dengan dukungan pembiayaan dan fasilitas dari BRI, para peternak bisa bangkit dan mengganti sapi indukan yang tidak lagi produktif.
Saat ini, klaster tersebut mampu menyetor susu hingga 10 ton per hari. Proses penyaluran dilakukan dua kali sehari dengan penyimpanan di mesin pendingin berkapasitas total 7.500 liter, sebelum diangkut oleh truk tangki ke pabrik pengolahan.
Lihat Juga :