Dedolarisasi Gagal, Transaksi Minyak Rusia dan India Masih Tergantung Dolar AS
Sabtu, 12 Juli 2025 - 19:38 WIB
"Masalah pembayaran sempat muncul, namun kini telah diselesaikan," ujar sumber tersebut. Kondisi ini menandakan, meskipun kendala teknis telah ditangani, tantangan strategis masih terus berlangsung.
Baca Juga: India Menjauh dari BRICS, Amankan Kesepakatan Dagang dengan AS
Dominasi dolar AS dalam perdagangan global tetap kuat, bahkan ketika negara-negara anggota BRICS berupaya menciptakan sistem keuangan alternatif yang lebih otonom dan multipolar. Langkah India dan Rusia yang kini menggunakan dirham secara luas justru memberi keuntungan kepada UEA dan secara tidak langsung memperkuat posisi dolar AS, mengingat dirham tetap terikat secara langsung dengan mata uang Amerika Serikat.
Situasi ini mencerminkan kompleksitas geopolitik dan ekonomi global, di mana upaya negara-negara berkembang untuk menciptakan tatanan finansial baru masih memerlukan waktu, konsistensi, serta infrastruktur keuangan yang memadai.
Baca Juga: India Menjauh dari BRICS, Amankan Kesepakatan Dagang dengan AS
Dominasi dolar AS dalam perdagangan global tetap kuat, bahkan ketika negara-negara anggota BRICS berupaya menciptakan sistem keuangan alternatif yang lebih otonom dan multipolar. Langkah India dan Rusia yang kini menggunakan dirham secara luas justru memberi keuntungan kepada UEA dan secara tidak langsung memperkuat posisi dolar AS, mengingat dirham tetap terikat secara langsung dengan mata uang Amerika Serikat.
Situasi ini mencerminkan kompleksitas geopolitik dan ekonomi global, di mana upaya negara-negara berkembang untuk menciptakan tatanan finansial baru masih memerlukan waktu, konsistensi, serta infrastruktur keuangan yang memadai.
(nng)
Lihat Juga :