Perang Dagang Makin Sengit, Trump Siapkan Tarif Impor 30% untuk Eropa dan Meksiko
Minggu, 13 Juli 2025 - 07:44 WIB
Trump menetapkan bahwa semua impor dari Uni Eropa dan Meksiko akan dikenakan tarif 30% mulai 1 Agustus 2025, kecuali sektor tertentu seperti otomotif yang akan dikenai tarif 25%. Von der Leyen merespons dengan menegaskan bahwa Uni Eropa tetap terbuka untuk negosiasi hingga tenggat 1 Agustus. Namun, ia mengingatkan bahwa tarif tersebut akan mengganggu rantai pasok, pelaku usaha, dan konsumen di kedua belah pihak. Ia juga menyatakan bahwa UE siap menerapkan tindakan balasan jika diperlukan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron turut mendesak Komisi Eropa untuk mempercepat persiapan langkah balasan yang tegas, termasuk menggunakan instrumen anti-koersi. Pernyataan Macron dan von der Leyen didukung sejumlah pejabat Uni Eropa lainnya dalam bentuk penolakan publik yang paling keras terhadap kebijakan perdagangan Trump sejauh ini.
Trump menyebut alasan utama pengenaan tarif adalah untuk menghentikan aliran fentanyl ke AS. Dalam surat kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, ia menyatakan bahwa meski Meksiko telah membantu mengamankan perbatasan, upaya tersebut dianggap belum cukup.
Menteri Ekonomi Meksiko Marcelo Ebrard menyatakan, pemerintah Meksiko menilai tarif tersebut tidak adil dan sedang berupaya mencari alternatif bersama AS demi melindungi pelaku usaha dan lapangan kerja di kedua negara. Sheinbaum pun optimistis kesepakatan bisa dicapai sebelum tarif diberlakukan.
Baca Juga: Psywar Dimulai, Pejabat Iran Posting Gambar Israel Dibom Nuklir
Presiden Prancis Emmanuel Macron turut mendesak Komisi Eropa untuk mempercepat persiapan langkah balasan yang tegas, termasuk menggunakan instrumen anti-koersi. Pernyataan Macron dan von der Leyen didukung sejumlah pejabat Uni Eropa lainnya dalam bentuk penolakan publik yang paling keras terhadap kebijakan perdagangan Trump sejauh ini.
Trump menyebut alasan utama pengenaan tarif adalah untuk menghentikan aliran fentanyl ke AS. Dalam surat kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, ia menyatakan bahwa meski Meksiko telah membantu mengamankan perbatasan, upaya tersebut dianggap belum cukup.
Menteri Ekonomi Meksiko Marcelo Ebrard menyatakan, pemerintah Meksiko menilai tarif tersebut tidak adil dan sedang berupaya mencari alternatif bersama AS demi melindungi pelaku usaha dan lapangan kerja di kedua negara. Sheinbaum pun optimistis kesepakatan bisa dicapai sebelum tarif diberlakukan.
Baca Juga: Psywar Dimulai, Pejabat Iran Posting Gambar Israel Dibom Nuklir
Lihat Juga :