Kunjungi Fuel Terminal Medan, Tenaga Ahli Menteri ESDM Fokus Kualitas dan Kuantitas BBM

Rabu, 16 Juli 2025 - 13:57 WIB
Ia menegaskan perlunya menjaga kualitas dan kuantitas BBM, apapun jenisnya, dari hulu hingga ke konsumen.

Satya menyoroti permasalahan kualitas BBM, di mana kadang-kadang hasilnya off-spec, bahkan memerlukan pengiriman sampel ke lab Migas yang memakan waktu 1-2 hari. "Minyak yang diterima luar pipa itu dirusak masyarakat yang bisa menimbulkan kebakaran, ada juga yang kadar oksigen tinggi yang menjadi salah satu tantangan," imbuhnya.

Fokus utama adalah kuantitas dan kualitas BBM yang bisa mencapai konsumen dengan harga terjangkau, serta memastikan subsidi BBM (solar dan pertalite) dan LPG tepat sasaran. "Kementerian ESDM kami bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga untuk bisa memonitor siapa saja yang bisa mendapatkan subsidi," tuturnya.

Group Head Operation Sumbagut Teddy Bariadi mengatakan, Regional Sumbagut membawahi 5 provinsi dengan 33,51 juta penduduk dan 4.020 pulau. Terdapat 19 depot di wilayah tersebut, memastikan skenario pasokan aman terjaga.

Namun, ia juga menyoroti tantangan di Sumatera Barat, khususnya Padang, yang menjadi satu-satunya terminal di provinsi tersebut dan memerlukan dukungan kontinuitas energi yang signifikan karena akses laut yang sulit. Terkait LPG, Teddy memaparkan ada penurunan drastis jumlah storage LPG di MOR I, dengan hanya satu storage di hampir setiap provinsi, sehingga insiden di satu depot dapat berdampak luas. Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah pemulihan aset integritas dan proses keselamatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!