Situasi Makin Pelik, Ajudan Putin Keluarkan Peringatan soal Ekonomi Rusia

Kamis, 17 Juli 2025 - 19:55 WIB
Menurut laporan itu, hanya 48% perusahaan yang saat ini melakukan investasi, menurun tajam dari 64% pada tahun lalu. Sementara itu, hanya 35% yang tengah bersiap meluncurkan produk baru, turun dari 50% sebelumnya.

Akses terhadap pinjaman juga makin terbatas. Hanya 32,5% perusahaan yang menganggap pinjaman investasi kini masih terjangkau, turun dari hampir 40% pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, perusahaan yang berinvestasi tanpa menggunakan utang justru meningkat dari 24% menjadi 43,7%.

Kondisi ini juga dibarengi dengan kekhawatiran terhadap melemahnya permintaan domestik yang bisa semakin membebani aktivitas usaha di luar sektor pertahanan.

"Jika situasi ini tidak segera ditangani, masalah ekonomi akan semakin membesar," kata Titov. Ia menekankan pentingnya akses terhadap kredit yang lebih terjangkau untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bukan hanya sekadar bertumpu pada dorongan sesaat dari keuntungan masa lalu.

Bank Sentral Rusia sebelumnya memangkas suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin pada Juni lalu menjadi 20%, mengutip penurunan laju inflasi. Ini merupakan pelonggaran pertama sejak tahun 2022, ketika Rusia mulai mengadopsi kebijakan moneter ketat akibat tekanan sanksi Barat terkait konflik di Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!