Perang Tarif AS vs Dedolarisasi BRICS, Siapa Pemenang dalam Pertarungan Ini?
Minggu, 20 Juli 2025 - 09:00 WIB
World Gold Council mencatat pada Kuartal I-2025 saja, bank sentral membeli lebih dari 244 metrik ton emas. Dikutip dari Watcher Guru, sebanyak 95 persen responden dalam survei mereka memperkirakan tren peningkatan cadangan emas akan terus berlanjut, terutama di negara-negara BRICS dan sekutunya.
Dalam merespons dedolarisasi tersebut, pemerintahan Trump mengambil langkah tegas. Tarif impor terhadap barang dari China tetap di atas 30 persen. Negara seperti Afrika Selatan, Malaysia, Indonesia, Myanmar, dan Laos juga turut menghadapi ancaman tarif serupa.
Langkah tersebut dinilai bukan hanya sebagai upaya memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan, tetapi sebagai bentuk penolakan terhadap aliansi ekonomi baru yang dianggap menantang dominasi AS. Tindakan Trump memperpanjang tarif "timbal balik" juga mempertegas bahwa perang dagang AS–China kini menjelma menjadi benturan ideologis soal arah sistem keuangan global.
Baca Juga: Jejak Karier Kristin Cabot, Kepala HRD yang 'Kegep' Dipeluk Mesra CEO Astronomer
Sementara itu, BRICS terus mendorong penguatan sistem pembayaran lintas batas sendiri. Perdagangan bilateral antara Rusia dan China kini lebih dari 90 persen dilakukan dalam rubel dan yuan. Langkah ini secara efektif memotong peran dolar dalam transaksi mereka.
Dalam merespons dedolarisasi tersebut, pemerintahan Trump mengambil langkah tegas. Tarif impor terhadap barang dari China tetap di atas 30 persen. Negara seperti Afrika Selatan, Malaysia, Indonesia, Myanmar, dan Laos juga turut menghadapi ancaman tarif serupa.
Langkah tersebut dinilai bukan hanya sebagai upaya memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan, tetapi sebagai bentuk penolakan terhadap aliansi ekonomi baru yang dianggap menantang dominasi AS. Tindakan Trump memperpanjang tarif "timbal balik" juga mempertegas bahwa perang dagang AS–China kini menjelma menjadi benturan ideologis soal arah sistem keuangan global.
Baca Juga: Jejak Karier Kristin Cabot, Kepala HRD yang 'Kegep' Dipeluk Mesra CEO Astronomer
Sementara itu, BRICS terus mendorong penguatan sistem pembayaran lintas batas sendiri. Perdagangan bilateral antara Rusia dan China kini lebih dari 90 persen dilakukan dalam rubel dan yuan. Langkah ini secara efektif memotong peran dolar dalam transaksi mereka.
Lihat Juga :