Fenomena Rojali, Lemahnya Daya Beli dan Bayang-bayang Krisis Ekonomi

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:00 WIB
Bhima mencontohkan sejumlah mal lama yang berhasil bertahan dengan mengubah konsep menjadi pusat kegiatan sosial dan rekreasi. "Transformasi ini menjadi cara bertahan agar tetap bisa menarik pengunjung meski transaksi belanja menurun," jelasnya.

Baca Juga: Ekonomi Sulit, 73.992 Pekerja Tersapu Badai PHK Hanya dalam 3 Bulan

Ia memperkirakan fenomena ini akan terus berlanjut hingga tahun depan. Salah satu alasannya adalah ancaman PHK di sektor padat karya akibat gejolak ekonomi global dan perang dagang yang berkepanjangan. Hal ini akan menambah tekanan terhadap konsumsi rumah tangga.

"Dengan daya beli yang terus lesu dan ketidakpastian ekonomi, masyarakat akan semakin berhati-hati dalam membelanjakan uangnya," kata Bhima.

Ia juga menyoroti efisiensi belanja pemerintah sebagai faktor tambahan yang turut mempersempit ruang fiskal kelas menengah. "Kondisi ini membuat masyarakat berpikir ulang sebelum membeli barang di luar kebutuhan esensial," tutupnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!