Dedolarisasi Makin Gencar, Dominasi Rubel dalam Transaksi Dagang Rusia Tembus 50%

Minggu, 27 Juli 2025 - 08:20 WIB
"Secara khusus, peningkatan pembayaran menggunakan rubel bertepatan dengan penurunan penggunaan mata uang dari negara-negara yang disebut 'ramah'," kata Tatiana Belyanchikova, seorang profesor keuangan di Universitas Ekonomi Rusia Plekhanov, kepada Rossiyskaya Gazeta.

Dia mencatat bahwa mitra dagang – selain mereka yang menggunakan mata uang global utama seperti dolar AS atau euro –, kini semakin memilih rubel untuk menghindari biaya konversi dan mengamankan syarat yang lebih baik. Oceania memimpin dengan 94,2% dalam pembayaran ekspor dengan rubel, diikuti oleh Karibia (92,1%) dan Afrika (84,6%). Eropa dan Amerika Utara dengan masing-masing mencapai 59,8% dan 51,9%.

Baca Juga: Perusahaan Rusia Kehilangan Minat ke Mata Uang Asing, Rubel Menguat 7 Bulan Beruntun

Dominasi rubel dan pergeseran menuju mata uang nasional bahkan lebih terlihat dalam perdagangan dengan negara-negara tetangga dan mitra kunci Rusia. Hampir 90% penyelesaian perdagangan dengan negara-negara terdekat dilakukan dalam mata uang nasional pada akhir Mei, sementara perdagangan rubel-yuan dengan China mencapai 95% pada akhir 2024, menurut data bank sentral.

Para analis mengatakan bahwa data tersebut menyoroti percepatan upaya dedolarisasi Moskow saat sanksi Barat membentuk aliran keuangan global, dengan mitra strategis semakin mengadopsi rubel untuk menghindari pembatasan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!