Dedolarisasi Makin Gencar, Dominasi Rubel dalam Transaksi Dagang Rusia Tembus 50%

Minggu, 27 Juli 2025 - 08:20 WIB
loading...
Dedolarisasi Makin Gencar,...
Bank sentral mengungkapkan, penggunaan rubel di semua wilayah perdagangan untuk pertama kalinya telah melampaui 50%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank sentral mengungkapkan, penggunaan rubel di semua wilayah perdagangan untuk pertama kalinya telah melampaui 50%. Pemakaian rubel dalam pembayaran untuk ekspor Rusia melewati 50% pada awal tahun 2025.

Moskow dan banyak mitra dagang mereka telah meningkatkan upaya untuk mengurangi paparan terhadap sistem keuangan Barat sejak bank-bank besar Rusia terputus dari SWIFT pada tahun 2022 sebagai bagian dari sanksi terkait Ukraina. Perbankan dan sektor bisnis berusaha untuk menggunakan platform keuangan dan perbankan alternatif dan semakin rajin memakai mata uang nasional dalam penyelesaian perdagangan.

Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp191 Triliun

Pada bulan Mei, rubel menyumbang 52,4% dari penyelesaian transaksi ekspor, naik sedikit dari 52% pada bulan April, karena Moskow mempercepat peralihannya dari mata uang Barat di bawah tekanan sanksi, menurut data bank sentral yang diterbitkan awal bulan ini. Kedua bulan tersebut menandai untuk pertama kalinya rubel melebihi 50% di semua wilayah perdagangan utama.

"Secara khusus, peningkatan pembayaran menggunakan rubel bertepatan dengan penurunan penggunaan mata uang dari negara-negara yang disebut 'ramah'," kata Tatiana Belyanchikova, seorang profesor keuangan di Universitas Ekonomi Rusia Plekhanov, kepada Rossiyskaya Gazeta.

Dia mencatat bahwa mitra dagang – selain mereka yang menggunakan mata uang global utama seperti dolar AS atau euro –, kini semakin memilih rubel untuk menghindari biaya konversi dan mengamankan syarat yang lebih baik. Oceania memimpin dengan 94,2% dalam pembayaran ekspor dengan rubel, diikuti oleh Karibia (92,1%) dan Afrika (84,6%). Eropa dan Amerika Utara dengan masing-masing mencapai 59,8% dan 51,9%.

Baca Juga: Perusahaan Rusia Kehilangan Minat ke Mata Uang Asing, Rubel Menguat 7 Bulan Beruntun

Dominasi rubel dan pergeseran menuju mata uang nasional bahkan lebih terlihat dalam perdagangan dengan negara-negara tetangga dan mitra kunci Rusia. Hampir 90% penyelesaian perdagangan dengan negara-negara terdekat dilakukan dalam mata uang nasional pada akhir Mei, sementara perdagangan rubel-yuan dengan China mencapai 95% pada akhir 2024, menurut data bank sentral.

Para analis mengatakan bahwa data tersebut menyoroti percepatan upaya dedolarisasi Moskow saat sanksi Barat membentuk aliran keuangan global, dengan mitra strategis semakin mengadopsi rubel untuk menghindari pembatasan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rekomendasi
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Pesta Oranje di Depan Mata?
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved