Pahlawan Ekspor Baru Indonesia Bukan Lagi Tambang, Ini Buktinya
Senin, 04 Agustus 2025 - 16:29 WIB
Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD19,48 miliar pada semester pertama 2025. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD15,58 miliar. Surplus tersebut didorong oleh performa kuat sektor nonmigas.
"Surplus ini berasal dari perdagangan nonmigas yang mencapai USD28,31 miliar, meskipun sektor migas masih mencatat defisit sebesar USD8,83 miliar," jelas Budi.
Secara total, ekspor Indonesia pada semester I-2025 tercatat mencapai USD135,41 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas berkontribusi dominan dengan nilai USD128,39 miliar, naik 8,96 persen dibanding tahun lalu. Sebaliknya, ekspor migas mengalami kontraksi 11,04 persen menjadi hanya USD7,03 miliar.
Amerika Serikat menjadi negara mitra dagang dengan surplus tertinggi bagi Indonesia, yakni sebesar USD9,92 miliar. Disusul India dengan USD6,64 miliar, Filipina USD4,36 miliar, Malaysia USD3,07 miliar, dan Vietnam USD2,21 miliar.
Di kawasan ASEAN, total surplus perdagangan Indonesia mencapai USD9,6 miliar, sementara dari Uni Eropa sebesar USD3,8 miliar. "Padahal surplus dengan Uni Eropa ini terjadi sebelum diberlakukannya EU CEPA. Artinya, ekspor kita sudah menguat bahkan sebelum adanya kemudahan tarif baru," kata Budi.
"Surplus ini berasal dari perdagangan nonmigas yang mencapai USD28,31 miliar, meskipun sektor migas masih mencatat defisit sebesar USD8,83 miliar," jelas Budi.
Secara total, ekspor Indonesia pada semester I-2025 tercatat mencapai USD135,41 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas berkontribusi dominan dengan nilai USD128,39 miliar, naik 8,96 persen dibanding tahun lalu. Sebaliknya, ekspor migas mengalami kontraksi 11,04 persen menjadi hanya USD7,03 miliar.
Amerika Serikat menjadi negara mitra dagang dengan surplus tertinggi bagi Indonesia, yakni sebesar USD9,92 miliar. Disusul India dengan USD6,64 miliar, Filipina USD4,36 miliar, Malaysia USD3,07 miliar, dan Vietnam USD2,21 miliar.
Di kawasan ASEAN, total surplus perdagangan Indonesia mencapai USD9,6 miliar, sementara dari Uni Eropa sebesar USD3,8 miliar. "Padahal surplus dengan Uni Eropa ini terjadi sebelum diberlakukannya EU CEPA. Artinya, ekspor kita sudah menguat bahkan sebelum adanya kemudahan tarif baru," kata Budi.
Lihat Juga :