Pertarungan BRICS vs AS Dimulai: Rusia, China hingga India Jadi Target Utama
Kamis, 07 Agustus 2025 - 22:09 WIB
India, yang sebelumnya dipuji Trump sebagai "mitra strategis", kini justru dikenai tarif tinggi. Presiden AS menilai kebijakan India membeli minyak mentah Rusia dengan harga murah sebagai tindakan yang merugikan kepentingan ekonomi Amerika.
China, yang selama ini menjadi lawan dagang utama AS, kembali menjadi sasaran. Tarif terhadap produk China pernah mencapai 145 persen pada puncaknya, meskipun kini telah diturunkan menjadi sekitar 30 persen. Pemerintah Xi Jinping merespons dengan kebijakan balasan dan dorongan untuk mempererat kerja sama ekonomi antaranggota BRICS.
Baca Juga: Trump Kerek Tarif Impor 50%, Hubungan AS-India di Titik Terburuk
Afrika Selatan juga tak luput dari kebijakan tarif. Dilansir dari Watcher Guru, negeri tersebut dikenai bea masuk sebesar 30 persen. Trump menambahkan ketegangan dengan menuding pemerintah Afrika Selatan melakukan diskriminasi terhadap warga kulit putih, sebuah pernyataan yang menuai kritik tajam dari komunitas internasional.
Konflik dagang ini menunjukkan pergeseran lanskap geopolitik dan ekonomi global. BRICS, yang awalnya dibentuk untuk memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara berkembang, kini dihadapkan pada tantangan langsung dari kekuatan ekonomi terbesar dunia.
China, yang selama ini menjadi lawan dagang utama AS, kembali menjadi sasaran. Tarif terhadap produk China pernah mencapai 145 persen pada puncaknya, meskipun kini telah diturunkan menjadi sekitar 30 persen. Pemerintah Xi Jinping merespons dengan kebijakan balasan dan dorongan untuk mempererat kerja sama ekonomi antaranggota BRICS.
Baca Juga: Trump Kerek Tarif Impor 50%, Hubungan AS-India di Titik Terburuk
Afrika Selatan juga tak luput dari kebijakan tarif. Dilansir dari Watcher Guru, negeri tersebut dikenai bea masuk sebesar 30 persen. Trump menambahkan ketegangan dengan menuding pemerintah Afrika Selatan melakukan diskriminasi terhadap warga kulit putih, sebuah pernyataan yang menuai kritik tajam dari komunitas internasional.
Konflik dagang ini menunjukkan pergeseran lanskap geopolitik dan ekonomi global. BRICS, yang awalnya dibentuk untuk memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara berkembang, kini dihadapkan pada tantangan langsung dari kekuatan ekonomi terbesar dunia.
(nng)
Lihat Juga :