Masyarakat Diajak Kritis Hadapi Maraknya Aplikasi Investasi dan Trading
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 10:42 WIB
"Kami ingin semua pengguna memiliki daya kritis, bukan hanya mengikuti tren atau informasi yang ramai dibicarakan," ujar Sharly, salah satu penggerak GS Community dalam pernyataannya, Sabtu (9/8).
Baca Juga: Pajak Kripto Dirombak, Peluang atau Tantangan bagi Industri?
Kegiatan komunitas mencakup forum diskusi daring, penyebaran konten edukatif, dan sesi tanya jawab interaktif. Topik yang dibahas meliputi aspek legalitas, risiko kontrak digital, hingga perbedaan antara program edukatif dan praktik investasi ilegal. Pendekatan berbasis bukti digunakan untuk meluruskan informasi yang keliru di masyarakat.
"Banyak orang bingung karena tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Di komunitas ini, kami belajar bersama dan saling membantu untuk memahami risikonya," tambah Sharly.
Selain aktif secara digital, GS Community juga menjalankan program sosial di lapangan, seperti donasi alat tulis untuk anak sekolah, dukungan bagi lansia, dan pelatihan keuangan untuk komunitas lokal. Inisiatif ini menegaskan bahwa literasi finansial tidak hanya menjadi urusan individu, tetapi juga tanggung jawab sosial yang dapat membentuk pola pikir kolektif.
Baca Juga: Pajak Kripto Dirombak, Peluang atau Tantangan bagi Industri?
Kegiatan komunitas mencakup forum diskusi daring, penyebaran konten edukatif, dan sesi tanya jawab interaktif. Topik yang dibahas meliputi aspek legalitas, risiko kontrak digital, hingga perbedaan antara program edukatif dan praktik investasi ilegal. Pendekatan berbasis bukti digunakan untuk meluruskan informasi yang keliru di masyarakat.
"Banyak orang bingung karena tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Di komunitas ini, kami belajar bersama dan saling membantu untuk memahami risikonya," tambah Sharly.
Selain aktif secara digital, GS Community juga menjalankan program sosial di lapangan, seperti donasi alat tulis untuk anak sekolah, dukungan bagi lansia, dan pelatihan keuangan untuk komunitas lokal. Inisiatif ini menegaskan bahwa literasi finansial tidak hanya menjadi urusan individu, tetapi juga tanggung jawab sosial yang dapat membentuk pola pikir kolektif.
Lihat Juga :