Komitmen Keberlanjutan, Smelter Arsari Tambang Pakai 100% Listrik Energi Terbarukan

Kamis, 14 Agustus 2025 - 09:24 WIB
Meskipun penggunaan listrik EBT sudah mencapai 100% di fasilitas pemurnian, Aryo mengakui bahwa pengoperasian alat-alat berat di pertambangan masih bergantung pada bahan bakar solar. Namun, menurutnya, upaya untuk mencapai net zero secara keseluruhan masih berada di kisaran 60 hingga 70%, dengan target penyelesaian dalam waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Aryo menegaskan bahwa langkah ini juga merupakan respon terhadap tuntutan pasar global yang semakin menekankan prinsip keberlanjutan. Ia mengatakan bahwa lebih dari 50 persen penggunaan timah dunia saat ini terkait dengan industri semikonduktor dan elektronik, yang sangat memperhatikan aspek lingkungan dalam rantai pasokannya. "Kita sebagai penambang harus mengikuti permintaan pasar. Pelanggan adalah raja," katanya.

Selain pengurangan emisi, PT Arsari Tambang juga memiliki prestasi dalam program rehabilitasi lingkungan. Pada tahun 2024, perusahaan mencatat tingkat keberhasilan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Krakas, Bangka Tengah mencapai 91 persen. Jenis tanaman yang digunakan dalam program tersebut antara lain jambu mete, cemara udang, dan kayu putih. Menurut Aryo, penanaman pohon-pohon produktif ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Perusahaan juga mulai melakukan restorasi ekosistem laut, terutama terumbu karang di daerah Belinyu, Induk Bangka. Aryo menyebut langkah ini sebagai bagian dari reklamasi tambang laut dan menjadikan Arsari Tambang sebagai perusahaan timah pertama di Indonesia yang secara aktif melakukannya.

Baca Juga: Ogah Dituding Raup Cuan dari Proyek IKN Nusantara, Begini Jawaban Bos Arsari Group
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!