MPMX Lanjutkan Rehabilitasi Mangrove, 100.000 Bibit Tertanam di Desa Golo NTT
Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:16 WIB
Hingga tahun ini, MPMX telah menanam 100.000 bibit mangrove di lahan konservasi seluas 10 hektare. Berdasarkan pemantauan berkala, tingkat kelangsungan hidup bibit mencapai 85%, salah satu indikator positif terhadap keberhasilan program ini sebagai upaya jangka panjang dalam memulihkan dan melindungi ekosistem pesisir.
Selain fokus pada pelestarian lingkungan, MPMX juga mengintegrasikan aspek pemberdayaan ekonomi dalam program MPM EcoMangrove. Pelatihan dan pengembangan budidaya kepiting juga telah diberikan bagi kelompok nelayan setempat, dengan menggunakan metode apartemen kepiting yang memungkinkan nelayan mendapatkan peningkatan hasil panen kepiting tanpa merusak habitat alami. Saat ini, hasil panen kelompok nelayan binaan telah dipasok ke salah satu restoran di wilayah Labuan Bajo, menciptakan nilai ekonomi tambahan bagi mereka.
Pada kunjungan kali ini juga, MPMX menyalurkan tambahan 100 unit apartemen kepiting, sehingga total yang telah diberikan kepada nelayan mencapai 150 unit. Dukungan ini diharapkan dapat memperluas kapasitas produksi dan meningkatkan pendapatan nelayan secara signifikan.
Selain para nelayan, Ibu-ibu pesisir juga menerima pelatihan dan pendampingan, untuk mengolah bahan baku alami dari lingkungan sekitar menjadi produk bernilai ekonomi. Produk yang berhasil dikembangkan adalah sirup buah mangrove dan sambal kepiting, yang telah dibantu juga untuk mendapatkan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sehingga produk bisa dipasarkan lebih luas.
“Berbicara mengenai keberlanjutan bukan hanya soal menjaga bumi dan sumber dayanya, tetapi juga tentang memastikan masa depan masyarakat yang bergantung padanya. Melalui MPM EcoMangrove, kami ingin secara nyata berkontribusi merawat ekosistem pesisir agar tetap hidup dan produktif, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga di wilayah operasional kami. Kami percaya, lingkungan yang terjaga dan masyarakat yang sejahtera adalah fondasi bagi keberlanjutan bisnis dan kemajuan bangsa,” jelas Group CFO MPMX.
Selain fokus pada pelestarian lingkungan, MPMX juga mengintegrasikan aspek pemberdayaan ekonomi dalam program MPM EcoMangrove. Pelatihan dan pengembangan budidaya kepiting juga telah diberikan bagi kelompok nelayan setempat, dengan menggunakan metode apartemen kepiting yang memungkinkan nelayan mendapatkan peningkatan hasil panen kepiting tanpa merusak habitat alami. Saat ini, hasil panen kelompok nelayan binaan telah dipasok ke salah satu restoran di wilayah Labuan Bajo, menciptakan nilai ekonomi tambahan bagi mereka.
Pada kunjungan kali ini juga, MPMX menyalurkan tambahan 100 unit apartemen kepiting, sehingga total yang telah diberikan kepada nelayan mencapai 150 unit. Dukungan ini diharapkan dapat memperluas kapasitas produksi dan meningkatkan pendapatan nelayan secara signifikan.
Selain para nelayan, Ibu-ibu pesisir juga menerima pelatihan dan pendampingan, untuk mengolah bahan baku alami dari lingkungan sekitar menjadi produk bernilai ekonomi. Produk yang berhasil dikembangkan adalah sirup buah mangrove dan sambal kepiting, yang telah dibantu juga untuk mendapatkan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sehingga produk bisa dipasarkan lebih luas.
“Berbicara mengenai keberlanjutan bukan hanya soal menjaga bumi dan sumber dayanya, tetapi juga tentang memastikan masa depan masyarakat yang bergantung padanya. Melalui MPM EcoMangrove, kami ingin secara nyata berkontribusi merawat ekosistem pesisir agar tetap hidup dan produktif, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga di wilayah operasional kami. Kami percaya, lingkungan yang terjaga dan masyarakat yang sejahtera adalah fondasi bagi keberlanjutan bisnis dan kemajuan bangsa,” jelas Group CFO MPMX.
Lihat Juga :