China Dorong Yuan Jadi Mata Uang Cadangan BRICS, India dan Brasil Pasang Rem

Senin, 25 Agustus 2025 - 07:33 WIB
Pengamat menilai langkah ini menjadi strategi tidak langsung Beijing untuk memperluas penerimaan yuan sebagai mata uang global. Namun, upaya ini sekaligus menimbulkan kekhawatiran negara anggota lain akan dominasi ekonomi China yang terlalu besar dalam aliansi tersebut.

India, Afrika Selatan, dan kini Brasil menyuarakan penolakan terhadap dominasi yuan. Mereka mengusulkan sistem berbasis keranjang mata uang lokal BRICS agar setiap negara memiliki kesempatan yang setara dalam transaksi internasional dan cadangan devisa.

Dorongan yuan sebagai mata uang cadangan juga dinilai sarat dengan dimensi geopolitik. Selain memperkuat pengaruh Beijing di pasar keuangan internasional, langkah ini dipandang sebagai upaya mengikis ketergantungan negara-negara berkembang pada sistem keuangan Barat yang didominasi dolar.

Baca Juga: Israel Bombardir Istana Presiden Yaman usai Houthi Serang Zionis dengan Bom Cluster

Meski begitu, para pengamat menilai peluang yuan menjadi mata uang cadangan tunggal BRICS masih jauh dari kenyataan. Perbedaan kepentingan ekonomi dan politik antaranggota membuat konsensus sulit tercapai. Ke depan, BRICS diperkirakan akan lebih memilih model perdagangan berbasis multivaluta. Langkah ini memungkinkan aliansi tetap memperkuat integrasi ekonomi sambil mengurangi ketergantungan pada dolar, tanpa harus menimbulkan ketegangan baru akibat dominasi yuan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!