Kekayaan Irvian Bobby Mahendra, Koruptor Sertifikasi K3 yang Dijuluki Sultan Kemnaker
Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:04 WIB
"Benar bahwa saudara IBM ini memiliki beberapa rekening nominee. Salah satunya dia membeli dari petani," ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (25/8).
Selain rekening atas nama petani, Irvian juga menggunakan rekening milik saudara dan stafnya. Dari hasil penyidikan, nilai total aliran dana yang terdeteksi mencapai Rp69 miliar. "Dalam praktiknya, ada jual-beli rekening. Nilainya Rp69 miliar itu yang khusus ada di saudara IBM ini," tambah Asep.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa julukan 'Sultan' disematkan oleh Immanuel Ebenezer untuk menggambarkan posisi Irvian yang dianggap paling kaya di lingkup Ditjen Binwasnaker dan K3. "IEG menyebut IBM sebagai 'sultan', maksudnya orang yang banyak uang di Ditjen Binwas K3," kata Setyo.
Meski disebut-sebut memiliki kekayaan luar biasa, laporan harta kekayaan Irvian ke KPK justru jauh lebih kecil. Terakhir kali melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Maret 2022, Irvian hanya mencatat harta sekitar Rp3,9 miliar.
Aset itu terdiri dari tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp1,27 miliar, satu unit Mitsubishi Pajero tahun 2016 senilai Rp335 juta, harta bergerak lainnya Rp75 juta, dan kas senilai Rp2,2 miliar.
Selain rekening atas nama petani, Irvian juga menggunakan rekening milik saudara dan stafnya. Dari hasil penyidikan, nilai total aliran dana yang terdeteksi mencapai Rp69 miliar. "Dalam praktiknya, ada jual-beli rekening. Nilainya Rp69 miliar itu yang khusus ada di saudara IBM ini," tambah Asep.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa julukan 'Sultan' disematkan oleh Immanuel Ebenezer untuk menggambarkan posisi Irvian yang dianggap paling kaya di lingkup Ditjen Binwasnaker dan K3. "IEG menyebut IBM sebagai 'sultan', maksudnya orang yang banyak uang di Ditjen Binwas K3," kata Setyo.
Meski disebut-sebut memiliki kekayaan luar biasa, laporan harta kekayaan Irvian ke KPK justru jauh lebih kecil. Terakhir kali melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Maret 2022, Irvian hanya mencatat harta sekitar Rp3,9 miliar.
Aset itu terdiri dari tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp1,27 miliar, satu unit Mitsubishi Pajero tahun 2016 senilai Rp335 juta, harta bergerak lainnya Rp75 juta, dan kas senilai Rp2,2 miliar.
Lihat Juga :