Dana Asing Rp1,61 Triliun Kabur ke Luar Negeri, Kepercayaan Investor Diganggu Demo Ricuh

Senin, 01 September 2025 - 08:39 WIB
Apabila ketidakpastian politik berlangsung lama tulis riset tersebut, dampaknya juga dapat menjalar pada fundamental makro ekonomi dan kinerja emiten. Di sisi lain pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis pada 1 September, yakni PMI manufaktur, neraca perdagangan, inflasi, serta data kunjungan wisatawan.

Dari sisi teknikal, Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 7.800. Jika mampu bertahan di level ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways di kisaran 7.800-7.900.

Namun apabila IHSG ditutup di bawah level 7.760, indeks berpotensi menguji support di 7.630-7680. Sebaliknya, jika kondisi pasar sudah kondusif, IHSG memiliki peluang menguji resistance di level 7.900-7.940.

Terpisah, Technical Analyst WH Project, William Hartanto menilai IHSG telah menutup gap yang memanfaatkan sentimen aksi demo. Namun, IHSG dinilai belum sepenuhnya lepas dari tekanan, terlebih sejak terbentuk pola double top setelah dua kali gagal bertahan di atas level 8.000.

"Meski demikian, IHSG telah berhasil membentuk all time high baru pada 8.022," tulis WH Project.

Walaupun IHSG anjlok lebih dari 2% akibat demonstrasi nasional, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) melihat peluang emas di tengah badai. Dengan foreign inflow masih mencapai Rp1,3 triliun pekan lalu, sekuritas terkemuka ini mengidentifikasi sektor-sektor yang justru akan meraup keuntungan dari ketidakpastian politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!