Musuh Bersama AS Makin Lengket Disatukan Minyak Murah Rusia

Rabu, 03 September 2025 - 10:28 WIB
Modi menegaskan hubungan dengan Moskow dengan, mengatakan kepada Putin bahwa negara mereka "telah berjalan bersama bahu membahu". Pejabat New Delhi juga mengungkapkan bahwa mereka akan membeli energi dari tempat di mana mereka mendapatkan "penawaran terbaik".

Hubungan Delhi-Washington mencapai titik terendah sepanjang masa setelah pemerintahan Trump memberlakukan tarif tambahan sebesar 25% sebagai hukuman atas pembelian minyak Rusia. New Delhi menggambarkan keputusan Gedung Putih "tidak dibenarkan", mengingat sejarah perdagangan mereka.

Panggung untuk China

Di luar perdagangan, mungkin tujuan utama China di KTT SCO adalah untuk menunjukkan bahwa mereka dapat menjadi alternatif yang kuat bagi AS, terutama setelah langkah-langkah kebijakan terbaru Trump. Hal itu diungkapkan oleh ahli kebijakan perdagangan Prof Peter Draper.

Dalam forum tersebut, China berdiri di samping negara-negara seperti Pakistan, Myanmar, dan Sri Lanka yang semuanya terkena tarif Trump. China telah lama ingin mempromosikan tatanan dunia "multi-polar", kata Prof Draper, merujuk pada konsep sistem di mana kekuasaan dibagi di antara beberapa pemain besar.

Baca Juga: Tarif Trump 50% Memicu Seruan Boikot Produk Amerika di India

KTT telah menyatukan tiga negara yang hubungan ekonominya telah lama diperumit oleh ketegangan geopolitik, kata Prof Oak. Namun di tengah ancaman ekonomi dari tarif AS, negara-negara tersebut memiliki 'kepentingan ekonomi yang kuat untuk bergabung'.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!