Tarif Trump 50% Memicu Seruan Boikot Produk Amerika di India

Kamis, 14 Agustus 2025 - 20:19 WIB
loading...
Tarif Trump 50% Memicu...
Seruan boikot barang-barang asal Amerika Serikat (AS) menggema di India, dari mulai McDonalds dan Coca-Cola hingga Amazon dan Apple. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Seruan boikot barang-barang asal Amerika Serikat (AS) menggema di India, dari mulai McDonald's dan Coca-Cola hingga Amazon dan Apple. Perusahaan multinasional yang berbasis di AS menghadapi seruan boikot massal, ketika para eksekutif bisnis dan pendukung Perdana Menteri India, Narendra Modi mendorong sentimen anti-Amerika untuk memprotes tarif impor AS .

India sebagai negara terpadat di dunia, merupakan pasar yang penting bagi beragam brand Amerika yang dengan cepat berkembang. Brand asal AS ini menargetkan konsumen kaya India, yang banyak di antara mereka tetap terpesona dengan merek internasional yang dianggap sebagai simbol kemajuan dalam hidup.

Baca Juga: Kirim Surat Edaran ke BRICS, India Hentikan Penggunaan Dolar AS

Salah satu contohnya adalah, India merupakan pasar terbesar berdasarkan pengguna WhatsApp Meta dan Domino's yang memiliki lebih banyak restoran daripada merek lainnya di negara ini. Minuman seperti Pepsi dan Coca-Cola sering mendominasi rak-rak toko di India, dan orang-orang masih mengantri saat sebuah toko Apple baru dibuka atau kafe Starbucks memberikan diskon.

Meskipun tidak ada indikasi langsung bahwa penjualan terpukul, namun seruan boikot semakin menggema, baik di media sosial maupun offline. Ada ajakan kepada warga India untuk membeli produk lokal dan meninggalkan produk Amerika setelah Donald Trump memberlakukan tarif 50% pada barang-barang dari India.

Dampak tarif Trump 50% kepada India diyakini bakal mengguncang eksportir dan merusak hubungan antara New Delhi dan Washington. Sementara itu McDonald's, Coca-Cola, Amazon dan Apple tidak segera menanggapi pertanyaan dari Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Bank Dunia: Ketidakpastian...
Bank Dunia: Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Ekonomi Asia Dibanding Tarif Trump
Produk AS Masuk RI Bawa...
Produk AS Masuk RI Bawa Logo Halal Sendiri, Kepala BPJPH Buka Suara
ART RI-AS Dinilai Tidak...
ART RI-AS Dinilai Tidak Mencerminkan Prinsip Timbal Balik, Indonesia Tanggung Beban Lebih Besar
Kiamat Gawai China di...
Kiamat Gawai China di AS! Trump Siap Cekik Total Huawei, ZTE, hingga Router Wi-Fi
Polemik Tarif Resiprokal...
Polemik Tarif Resiprokal AS, Prabowo Tegaskan Tak Bakal Korbankan Kepentingan Nasional
Rekomendasi
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Berita Terkini
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved