Rusia dan China Sepakat Bangun Pipa Gas Baru, Amankan Pasokan Selama 30 Tahun
Kamis, 04 September 2025 - 07:34 WIB
Mengamankan kemajuan apapun dalam proyek ini akan menjadi coup diplomatik bagi Presiden Vladimir Putin dan sinyal kuat tentang hubungan erat yang telah berkembang dengan China sejak 2022, saat Rusia bergulat dengan dampak sanksi Barat. Pertemuan beberapa hari terakhir dari blok keamanan Organisasi Kerja Sama Shanghai terjadi pada saat pemerintahan Trump semakin meningkatkan retorikanya dan memberlakukan tarif sanksi pada negara-negara di seluruh dunia.
Namun pernyataan Miller kepada media Rusia meninggalkan beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Selain negosiasi harga yang belum selesai, belum diketahui juga apakah China dapat membeli volume fleksibel dari pipa atau apakah mereka harus membeli kapasitas penuh.
Selain itu, tidak ada jadwal yang diberikan untuk konstruksi atau untuk dimulainya pengiriman. Rincian finansial juga belum diungkapkan. Baca Juga: Rusia dan China Kebut Mega Proyek Pipa Gas Baru Berjuluk Power of Siberia 2
"Proyek untuk membangun Power of Siberia 2 dan pipa gas Soyuz-Vostok, jalur transit melalui Mongolia, serta kapasitas pengiriman gas di China, akan menjadi proyek gas terbesar, paling masif, dan paling intensif secara modal di dunia," kata Miller seperti yang dikutip oleh media berita Rusia.
Namun pernyataan Miller kepada media Rusia meninggalkan beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Selain negosiasi harga yang belum selesai, belum diketahui juga apakah China dapat membeli volume fleksibel dari pipa atau apakah mereka harus membeli kapasitas penuh.
Selain itu, tidak ada jadwal yang diberikan untuk konstruksi atau untuk dimulainya pengiriman. Rincian finansial juga belum diungkapkan. Baca Juga: Rusia dan China Kebut Mega Proyek Pipa Gas Baru Berjuluk Power of Siberia 2
"Proyek untuk membangun Power of Siberia 2 dan pipa gas Soyuz-Vostok, jalur transit melalui Mongolia, serta kapasitas pengiriman gas di China, akan menjadi proyek gas terbesar, paling masif, dan paling intensif secara modal di dunia," kata Miller seperti yang dikutip oleh media berita Rusia.
(akr)
Lihat Juga :