Migrasi Kelas Menengah ke BPJS Kesehatan Perlu Dibarengi Peningkatan Layanan
Jum'at, 05 September 2025 - 16:00 WIB
"Konsekuensi logis dari migrasi ini adalah meningkatnya tuntutan mutu layanan, kecepatan akses, dan kenyamanan rawat inap. Jika tidak diimbangi dengan penguatan fasilitas kesehatan tingkat pertama, pembaruan tarif INA-CBG, serta implementasi KRIS yang realistis, beban klaim bisa menekan fiskal JKN," tegasnya.
Baca Juga: Tren Masyarakat Bergeser, Banyak Kelas Menengah Kembali Pakai BPJS Kesehatan
Ia menambahkan sejumlah langkah strategis perlu segera diambil, mulai dari peningkatan kolektibilitas iuran, manajemen klaim berbasis Health Technology Assessment (HTA), hingga persiapan skema penyesuaian iuran tahun 2026 yang dikomunikasikan secara transparan kepada publik.
"Arus balik kelas menengah ke JKN harus dilihat sebagai momentum memperbaiki standar layanan sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan. Jika dikelola dengan tata kelola yang ketat, partisipasi kelas menengah justru bisa menjadi motor perbaikan mutu dan memperkuat legitimasi JKN sebagai sistem kesehatan nasional yang inklusif dan kompetitif," pungkasnya.
Baca Juga: Tren Masyarakat Bergeser, Banyak Kelas Menengah Kembali Pakai BPJS Kesehatan
Ia menambahkan sejumlah langkah strategis perlu segera diambil, mulai dari peningkatan kolektibilitas iuran, manajemen klaim berbasis Health Technology Assessment (HTA), hingga persiapan skema penyesuaian iuran tahun 2026 yang dikomunikasikan secara transparan kepada publik.
"Arus balik kelas menengah ke JKN harus dilihat sebagai momentum memperbaiki standar layanan sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan. Jika dikelola dengan tata kelola yang ketat, partisipasi kelas menengah justru bisa menjadi motor perbaikan mutu dan memperkuat legitimasi JKN sebagai sistem kesehatan nasional yang inklusif dan kompetitif," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :