China dan Brasil Kecam Tarif AS, Serukan Persatuan BRICS

Rabu, 10 September 2025 - 07:32 WIB
Xi menggunakan perumpamaan, "Hanya emas yang akan tampak di tengah kobaran api," sembari menegaskan keyakinannya bahwa "kapal besar BRICS akan mampu melewati badai."

KTT daring kali ini dipimpin oleh Presiden Lula, dengan dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar, serta sejumlah pemimpin negara anggota baru BRICS. Pertemuan ini berlangsung hanya dua bulan setelah KTT tatap muka di Rio de Janeiro, Brasil.

Sejak tahun lalu, BRICS memperluas keanggotaan dengan mengajak Ethiopia, Mesir, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Argentina. Kehadiran mereka memperkuat posisi BRICS dalam wacana multipolarisasi tata dunia.

Pertemuan tersebut mendapat sorotan khusus karena digelar di tengah meningkatnya ketegangan dengan Presiden AS Donald Trump yang melancarkan tarif tinggi terhadap sejumlah negara. Brasil sendiri terkena beban tarif hingga 50 persen untuk sebagian besar komoditasnya.

Pada akhir Agustus lalu, Lula dalam rapat kabinet secara terbuka mengkritik sikap Washington. "Pemerintah AS bertindak seperti kaisar dunia. Trump mengancam negara mana pun," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!