Pastikan Transformasi Praktik Bisnis Hijau, IDSurvey Teken Sejumlah MoU
Jum'at, 12 September 2025 - 18:59 WIB
Dalam rangkaian Green Summit 2025, IDSurvey menegaskan komitmen dalam mendorong transformasi praktik bisnis hijau melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah stakeholders strategis. Foto/Dok
JAKARTA - Dalam rangkaian Green Summit 2025, IDSurvey menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi praktik bisnis hijau melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ( MoU ) dengan sejumlah stakeholders strategis, yakni Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, PT Wasteforchange Alam Indonesia (W4C), dan PT Katadata Indonesia. Penandatanganan dilaksanakan pada Kamis, 28 Agustus 2025 di Graha Nandhika, Kantor SUCOFINDO, Jakarta.
Langkah ini menjadi bukti nyata peran IDSurvey dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor mulai dari lembaga pemerintah, mitra usaha, hingga komunitas akademik guna mempercepat penerapan prinsip keberlanjutan di berbagai lini industri.
Direktur Utama PT IDSurvey (Persero), Arisudono Soerono mengatakan, bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan setara 3.700 GW dengan potensi terbesar berasal dari energi surya, hidro serta panas bumi. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi pemanfaatan limbah dengan sistem waste to energy.
Baca Juga: IDSurvey Siap Terapkan Bisnis Hijau Terintegrasi
"Dalam ekosistem hutan, Indonesia tercatat sebagai pemilik hutan tropis terbesar ke-3 di dunia, serta ekosistem mangrove sebesar 3,3 juta hektar yang dapat berperan sebagai penyerap karbon. Berbicara terkait cicular economy; potensi daur ulang, efisiensi sumber daya, serta green packaging dapat menjadi fokus dalam mekanisme pengelolaan sampah. Semua hal ini memposisikan indonesia dapat menjadikan tantangan menjadi peluang dalam ranah transformasi hijau," ucap Dirut IDSurvey, Arisudono.
Ia memahami jalan menuju keberlanjutan dan transisi hijau tidaklah mudah. Implementasi yang belum merata, standar dan transparansi yang masih terbatas, serta meningkatkan kepercayaan berbagai pihak adalah tantangan lain yang tumbuh sejalan dengan implementasi keberlanjutan.
Langkah ini menjadi bukti nyata peran IDSurvey dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor mulai dari lembaga pemerintah, mitra usaha, hingga komunitas akademik guna mempercepat penerapan prinsip keberlanjutan di berbagai lini industri.
Direktur Utama PT IDSurvey (Persero), Arisudono Soerono mengatakan, bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan setara 3.700 GW dengan potensi terbesar berasal dari energi surya, hidro serta panas bumi. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi pemanfaatan limbah dengan sistem waste to energy.
Baca Juga: IDSurvey Siap Terapkan Bisnis Hijau Terintegrasi
"Dalam ekosistem hutan, Indonesia tercatat sebagai pemilik hutan tropis terbesar ke-3 di dunia, serta ekosistem mangrove sebesar 3,3 juta hektar yang dapat berperan sebagai penyerap karbon. Berbicara terkait cicular economy; potensi daur ulang, efisiensi sumber daya, serta green packaging dapat menjadi fokus dalam mekanisme pengelolaan sampah. Semua hal ini memposisikan indonesia dapat menjadikan tantangan menjadi peluang dalam ranah transformasi hijau," ucap Dirut IDSurvey, Arisudono.
Ia memahami jalan menuju keberlanjutan dan transisi hijau tidaklah mudah. Implementasi yang belum merata, standar dan transparansi yang masih terbatas, serta meningkatkan kepercayaan berbagai pihak adalah tantangan lain yang tumbuh sejalan dengan implementasi keberlanjutan.
Lihat Juga :