Danareksa Tingkatkan Daya Saing UMKM Disabilitas di Medan
Jum'at, 12 September 2025 - 21:57 WIB
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,97 juta jiwa atau sekitar 8,5 persen dari populasi. Sebagian besar di antaranya memilih jalur wirausaha untuk mengatasi terbatasnya kesempatan kerja formal.
Namun, akses terhadap pelatihan khusus UMKM disabilitas masih relatif minim. Untuk itu, Danareksa bersama Alunjiva melakukan rekrutmen terbuka dengan melibatkan komunitas lokal, agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan riil para peserta.
Baca Juga: Bersama BAZNAS, Holding BUMN Danareksa Salurkan Daging Kurban kepada 3.000 Keluarga di Makassar
Selain memberikan ilmu praktis, program ini juga membangun jaringan, motivasi, dan rasa percaya diri. Dengan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, akses pembiayaan, dan akses pasar, UMKM disabilitas diyakini memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
"Kolaborasi ini kami harapkan melahirkan ekosistem UMKM disabilitas yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Kami mengajak seluruh pihak untuk memperkuat ekosistem inklusif demi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih merata dan selaras dengan Asta Cita," tutup Avianto.
Namun, akses terhadap pelatihan khusus UMKM disabilitas masih relatif minim. Untuk itu, Danareksa bersama Alunjiva melakukan rekrutmen terbuka dengan melibatkan komunitas lokal, agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan riil para peserta.
Baca Juga: Bersama BAZNAS, Holding BUMN Danareksa Salurkan Daging Kurban kepada 3.000 Keluarga di Makassar
Selain memberikan ilmu praktis, program ini juga membangun jaringan, motivasi, dan rasa percaya diri. Dengan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, akses pembiayaan, dan akses pasar, UMKM disabilitas diyakini memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
"Kolaborasi ini kami harapkan melahirkan ekosistem UMKM disabilitas yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Kami mengajak seluruh pihak untuk memperkuat ekosistem inklusif demi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih merata dan selaras dengan Asta Cita," tutup Avianto.
(nng)
Lihat Juga :