Ekonom Kritik Kebijakan SAL: Berutang Ugal-ugalan dan Potensi Pengelolaan Tak Optimal
Senin, 15 September 2025 - 12:46 WIB
Ia berpandangan bahwa tingginya utang pemerintah membawa konsekuensi berupa biaya besar, tercermin dari peningkatan pembayaran bunga.
Awalil mempertanyakan, mengapa pemerintah tidak memilih menggunakan SAL untuk mengurangi utang, yang berpotensi menurunkan pembayaran bunga dan risiko refinancing. Baca Juga: Utang Jatuh Tempo Indonesia Rp800 Triliun, DPR Desak Menkeu Purbaya Susun Strategi
Menurutnya, narasi bahwa pemindahan dana tersebut akan berdampak besar pada sektor riil atau pertumbuhan ekonomi bisa jadi berlebihan, terutama karena dana yang dipindahkan berupa deposit on call, yang menguatkan dugaan bahwa penggunaannya bersifat temporer.
"Jelas bahwa kinerja SAL selama ini merupakan akibat dari berutang yang ugal-ugalan selama era Jokowi," pungkas Awalil.
Awalil mempertanyakan, mengapa pemerintah tidak memilih menggunakan SAL untuk mengurangi utang, yang berpotensi menurunkan pembayaran bunga dan risiko refinancing. Baca Juga: Utang Jatuh Tempo Indonesia Rp800 Triliun, DPR Desak Menkeu Purbaya Susun Strategi
Menurutnya, narasi bahwa pemindahan dana tersebut akan berdampak besar pada sektor riil atau pertumbuhan ekonomi bisa jadi berlebihan, terutama karena dana yang dipindahkan berupa deposit on call, yang menguatkan dugaan bahwa penggunaannya bersifat temporer.
"Jelas bahwa kinerja SAL selama ini merupakan akibat dari berutang yang ugal-ugalan selama era Jokowi," pungkas Awalil.
(akr)
Lihat Juga :