Krisis Pasokan Energi Ancam Asia Pasifik, Indonesia Perlu Antisipasi
Kamis, 18 September 2025 - 21:05 WIB
Baca Juga: PHE Siapkan Metode EOR Genjot Produksi Minyak di Lapangan Tua
Meski energi baru terbarukan (EBT) disebut sebagai solusi jangka panjang, pengembangannya masih menghadapi banyak hambatan. Menurut Komaidi, satu-satunya EBT yang dapat dijadikan base load dalam sistem kelistrikan adalah panas bumi. Namun, potensi panas bumi sulit dimanfaatkan secara optimal karena umumnya berada di daerah pegunungan terpencil dengan keterbatasan jaringan transmisi.
"Hambatan-hambatan inilah yang membuat panas bumi sulit berkembang, meskipun sudah mulai digarap sejak 1980-an," ucapnya.
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Beberkan Tantangan Tingkatkan Lifting Migas
Komaidi menekankan perlunya langkah antisipatif berupa kebijakan energi yang berkelanjutan, diversifikasi sumber energi, serta percepatan investasi infrastruktur. Upaya tersebut dinilai krusial agar Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik tidak menghadapi krisis pasokan di tengah lonjakan kebutuhan energi pada 2045.
Meski energi baru terbarukan (EBT) disebut sebagai solusi jangka panjang, pengembangannya masih menghadapi banyak hambatan. Menurut Komaidi, satu-satunya EBT yang dapat dijadikan base load dalam sistem kelistrikan adalah panas bumi. Namun, potensi panas bumi sulit dimanfaatkan secara optimal karena umumnya berada di daerah pegunungan terpencil dengan keterbatasan jaringan transmisi.
"Hambatan-hambatan inilah yang membuat panas bumi sulit berkembang, meskipun sudah mulai digarap sejak 1980-an," ucapnya.
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Beberkan Tantangan Tingkatkan Lifting Migas
Komaidi menekankan perlunya langkah antisipatif berupa kebijakan energi yang berkelanjutan, diversifikasi sumber energi, serta percepatan investasi infrastruktur. Upaya tersebut dinilai krusial agar Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik tidak menghadapi krisis pasokan di tengah lonjakan kebutuhan energi pada 2045.
(nng)
Lihat Juga :