Pemerintah Bebaskan Produk Udang Tercemar Radioaktif, Pengusaha Sebut Sinyal Negatif Pasar Global
Kamis, 18 September 2025 - 21:47 WIB
Seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat. Meski ada ambang batas cemaran produk perikanan di angka 1200, namun Pemerintah Amerika Serikat sangat zero tolerance. Artinya, jika sebuah produk terdeteksi mengandung cemaran radioaktif, pasti akan ditolak seluruh produk dari fasilitas pengolahan tersebut.
Di Indonesia, juga telah ditetapkan ambang batas di angka 500. Harusnya Pemeritah Indonesia juga menerapkan zero tolerance dengan memusnakan produk udang tercemar radioaktif Cesium-137 tersebut. Tidak justru mengijinkan dijual-belikan di pasar lokal atau bahkan direpackaging untuk di ekspor kembali.
"Jika hal tersebut diketahui oleh FDA, bisa-bisa ekspor udang dari Indonesia bisa di blokir di pasar global. Jika pasar ekspor udang Indonesia sudah diisi oleh Negara lain, maka akan sulit untuk memperolehnya lagi. Jangan sampai kepercayaan pasar global terhadap Indonesia hilang akibat longgarnya kebijakan penanganan produk yang tercemar," keluh Saut.
Tentu hal ini sangat disayangkan mengingat industri udang merupakan sektor strategis nasional. Industri ini menyerap ribuan tenaga kerja dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspor Indonesia.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, volume ekspor udang Indonesia pada 2024 mencapai 214,58 ribu ton dengan nilai mencapai US$1,68 miliar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara eksportir udang terbesar kelima di dunia, setelah Ekuador, India, Vietnam, dan China. Amerika Serikat sendiri menjadi pasar utama dari komoditas ini.
Di Indonesia, juga telah ditetapkan ambang batas di angka 500. Harusnya Pemeritah Indonesia juga menerapkan zero tolerance dengan memusnakan produk udang tercemar radioaktif Cesium-137 tersebut. Tidak justru mengijinkan dijual-belikan di pasar lokal atau bahkan direpackaging untuk di ekspor kembali.
"Jika hal tersebut diketahui oleh FDA, bisa-bisa ekspor udang dari Indonesia bisa di blokir di pasar global. Jika pasar ekspor udang Indonesia sudah diisi oleh Negara lain, maka akan sulit untuk memperolehnya lagi. Jangan sampai kepercayaan pasar global terhadap Indonesia hilang akibat longgarnya kebijakan penanganan produk yang tercemar," keluh Saut.
Tentu hal ini sangat disayangkan mengingat industri udang merupakan sektor strategis nasional. Industri ini menyerap ribuan tenaga kerja dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspor Indonesia.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, volume ekspor udang Indonesia pada 2024 mencapai 214,58 ribu ton dengan nilai mencapai US$1,68 miliar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara eksportir udang terbesar kelima di dunia, setelah Ekuador, India, Vietnam, dan China. Amerika Serikat sendiri menjadi pasar utama dari komoditas ini.
(nng)
Lihat Juga :