Gelar Simulasi Business Continuity Plan, PLN EPI Uji Ketangguhan Hadapi Krisis
Jum'at, 19 September 2025 - 21:56 WIB
Rangkaian simulasi BCP dirancang untuk menguji kecepatan respons, memperkuat koordinasi lintas fungsi, serta mengukur fleksibilitas rantai pasok Perusahaan di tengah tekanan krisis. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggelar Simulasi Skenario Business Continuity Plan (BCP) sebagai langkah strategis untuk menguji ketangguhan organisasi dalam menghadapi berbagai situasi krisis. Dalam simulasi tersebut, PLN EPI menguji tiga skenario krisis yang dirancang kompleks untuk mencerminkan kondisi nyata.
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta ini diikuti oleh jajaran pimpinan senior, tim simulasi, dan fasilitator internal serta melibatkan PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa Madura Bali (UIP2B) dan Pertamina Nusantara Regas.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN EPI, Efin Febriantoro R menegaskan bahwa BCP bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan bukti kesiapan nyata Perusahaan dalam menjaga pasokan energi primer nasional di tengah kondisi yang tidak terduga.
"Ketangguhan organisasi menjadi syarat mutlak. Kesiapan itu tidak bisa dibangun hanya lewat teori, melainkan harus diuji," jelasnya melalui keterangan pers, Jumat (19/9/2025).
Baca Juga: Krisis Pasokan Energi Ancam Asia Pasifik, Indonesia Perlu Antisipasi
Skenario yang diuji antara lain gempa bumi, kenaikan harga batubara dan keterbatasan DMO dan gangguan pada rantai nilai LNG. Rangkaian simulasi ini dirancang untuk menguji kecepatan respons, memperkuat koordinasi lintas fungsi, serta mengukur fleksibilitas rantai pasok Perusahaan di tengah tekanan krisis.
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta ini diikuti oleh jajaran pimpinan senior, tim simulasi, dan fasilitator internal serta melibatkan PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa Madura Bali (UIP2B) dan Pertamina Nusantara Regas.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN EPI, Efin Febriantoro R menegaskan bahwa BCP bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan bukti kesiapan nyata Perusahaan dalam menjaga pasokan energi primer nasional di tengah kondisi yang tidak terduga.
"Ketangguhan organisasi menjadi syarat mutlak. Kesiapan itu tidak bisa dibangun hanya lewat teori, melainkan harus diuji," jelasnya melalui keterangan pers, Jumat (19/9/2025).
Baca Juga: Krisis Pasokan Energi Ancam Asia Pasifik, Indonesia Perlu Antisipasi
Skenario yang diuji antara lain gempa bumi, kenaikan harga batubara dan keterbatasan DMO dan gangguan pada rantai nilai LNG. Rangkaian simulasi ini dirancang untuk menguji kecepatan respons, memperkuat koordinasi lintas fungsi, serta mengukur fleksibilitas rantai pasok Perusahaan di tengah tekanan krisis.
Lihat Juga :